Bandar Ilaga Puncak Kembali Beroperasi Pasca Tergelincirnya Pesawat

Bagikan Bagikan
Pesawat tergelincir di Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak.(Foto-Antara)

SPA (WAMENA) - Kepala Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah X, Usman Effendi memastikan Bandara Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, kembali beroperasi atau dibuka setelah sebelumnya ditutup sementara karena tertelincirnya pesawat milik PT Dabi Air Nusantara, Senin pagi.

Usman Effendi di Wamena ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Senin, mengaku belum bisa memastikan penyebab tergelincirnya pesawat kargo tersebut.

"Kondisi runway di sana baik. Saya sempat di sana selama 20 menit barulah melaporkan ke Jakarta. Kita penerbangan ke empat yang mendarat setelah pesawat itu tergelincir. Ini pesawat (milik PT Dabi Air Nusantara) carteran untuk kargo," katanya.

Akibat tergelincir di landasan pacu Ilaga, pesawat pengangkut 1.247 kilogram barang campuran serta uang tunai sebesar Rp4 miliar milik Bank Papua ini mengalami kerusakan serius.

"Pesawat mengalami kerusakan parah seperti 'propeiler'nya patah, baling-balingnya patah. Tetapi semua logistic yang dibawah dalam keadaan aman dan telah diamankan oleh petugas bandara," katanya.

Ia mengatakan pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) rencananya menuju ke Puncak pada Selasa, (12/3) untuk memastikan penyebab tergelincirnya pesawat tersebut.

"Dugaan sementara kemungkinan adalah perhitungan, hanya saja kita belum bisa mengambil kesimpulan karena nanti ada tim KNKT yang akan turun untuk mempelajari masalah di sana," katanya.

Pesawat itu berangkat dari Kabupaten Mimika pada pukul 06:21 menuju Ilaga, Kabupaten Puncak dan lending pada pukul 06:51 WIT. (Antara)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment