Baznas dan Belasan Komunitas Galang Dana Untuk Korban Banjir Sentani

Bagikan Bagikan
Penggalangan dana untuk banjir bandang di Sentani.(Foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Mimika dan belasan komunitas atau tim relawan se Kabupaten Mimika terjun ke beberapa titik dalam wilayah kota Timika, melakukan penggalangan dana untuk membantu masyarakat Sentani, Kabupaten Jayapura yang tertimpa bencana banjir bandang pada Sabtu – Minggu (16-17/3).

Anggota Baznas Tanggap Bencana (BTB) Baznas Mimika,Mulyadi kepada Salam Papua mengatakan bencana banjir bandang yang terjadi di Sentani merupakan musibah kemanusiaan yang telah menelan lebih dari 50 jiwa. Hal ini sangat memprihatinkan dan menjadi duka bagi seluruh seluruh warga Papua, termasuk warga di Kabupaten Mimika.

“Baznas dan komunitas-kumunitas yang bergabung sudah melakukan hal yang sama seperti saat terjadi gempa bumi di Lombok dan Tsunami di Palu. Saat ini merupakan warga kita sendiri di Papua yang tertimpa bencana alam. Karena itu, Baznas dan seluruh tim relawan ini terjun ke jalan dan meminta sumbangan berupa uang kepada seluruh masyarakat Mimika,” kata Mulyadi di lampu merah depan Bank Papua, Minggu (17/3).

Ia mengatakan tidak menentukan berapa besar dana yang diberikan oleh setiap pengendara roda dua dan roda empat yang melintas. Namun yang diharapkan uluran keikhlasan dalam meringankan beban penderitaan yang saat ini sedang dihadapi oleh warga Sentani.

Ia mengatakan, saat ini fokus dengan penggalangan dana tunai. Sedangkan untuk nontunai belum bisa dibuka mengingat belum adanya kepastian terkait pendistribusian. Dalam artian, jika telah ada yang siap untuk memfasilitasi pendistribusiannya, Baznas akan langsung membuka posko untuk bantuan nontunai seperti pakaian layak pakai, sembako dan yang lainnya.

“Kami lakukan penggalangan dana di setiap lampu merah. Komunitas sukarelawan yang tergabung sebanyak belasan diantaranya Netral Timika Club (NTC),Laskar Ayam Jantan,Laskar Manguni, PMI dan beberapa yang lainnya dengan jumlah anggota diperkirakan sepuluhan lebih,” katanya.

Selain belasan komunitas sukarelawan yang tergabung bersama Baznas,di lampu merah Hasanuddin ke SP1 juga ditempati dua komunitas Sahabat Peduli dan Grup Mimika yang juga melakukan penggalangan dana.

Koordinator  Sahabat Peduli dan Grup Mimika, Ramadhan mengatakan, dua komunitas ini beranggotakan pemuda dan pemudi dari berbagai suku dan dibentuk berdasarkan dorongan kemanusiaan. Saat ini terus fokus melakukan pengumpulan bantuan dalam bentuk uang tunai, tapi tidak menutup kemungkinan beberapa hari selanjutnya akan mengumpulkan bahan makanan ataupun pakaian layak pakai.

Ia menuturkan, bencana yang saat ini terjadi di Sentani sangat menyentuh nurani sesama manusia. Karena itu, meski Mimika diguyur hujan deras, seluruh anggota tidak peduli demi mendapatkan bantuan untuk meringankan beban warga Sentani.

“Kami tidak tentukan berapa banyak nantinya yang kami kumpulkan. Sekarang juga kami lagi berupaya menghubungi teman-teman yang ada di Sentani supaya bisa salurkan bantuan yang kami kumpulkan ini. Kami akan terus melakukan penggalangan dana selama beberapa hari ke depan untuk kemudian menentukan waktu yang tepat untuk dikirimkan ke Sentani,” tutur Ramdhan.

Ia  mewakili seluruh anggota timnya mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk bersama-sama menyalurkan bantuan untuk membantu masyarakat Sentani.

“Bencana yang terjadi di daerah lain saja kita peduli dengan memberikan bantuan.Apalagi yang saat ini menimpa sesama kita di tanah Papua,”jelasnya.(Acik)  
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment