BLiSPI Seleksi Kiper Untuk Timnas Pelajar U-15

Bagikan Bagikan
Manajer Tim U-15 Indonesia, Ray Manurung.(Foto-Istimewa)

SAPA (PAMULANG) – Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) melakukan seleksi selama dua hari hari, Selasa – Rabu (12-13/3) guna memilih kiper untuk Timnas Pelajar Usia 15 tahun (U-15) yang akan mengikuti  International Youth Football Tournaments (Iber Cup) 2019 di Estoril, Portugal mulai 1-6 Juli 2019 mendatang.

Dalam seleksi kiper yang dipusatkan di Lapangan Latus Jaya, Kedaung, Kecamatan Pamulang ini, BLiSPI mendatangkan mantan pelatih kiper Timnas U-19, Jarot Supriyadi untuk menyeleksi para penjaga gawang tersebut.

Sebanyak 22 penjaga gawang dari sejumlah sekolah sepakbola (SSB) di Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta, dan Sumatera ikut mengadu peruntungan.

Manejer Timnas Pelajar U-15, Ray Manurung mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah menggelar seleksi di Bandung, Jawa Barat. Ketika itu seleksi diikuti sebanyak 92 pemain, dan didapat dua penjaga gawang. Namun karena masih dibutuhkan tiga penjaga gawang lagi, hingga akhirnya seleksi dilakukan di Lapangan Latus Jaya, Kedaung, Pamulang.

“Dari sini akan dicari tiga penjaga gawang untuk selanjutnya kembali diseleksi di Bandung. Ada tahapan-tahapan sebelum para pemain diberangkatkan ke Portugal nanti, pastinya ada pengurangan pemain kembali,” kata Ray, yang merupakan Anak Gunung Tembagapura (AGuTe) Mimika, Papua.

Ray menjelaskan, untuk mengundang para penjaga gawang muda ini, pihaknya meminta rekomendasi ke sejumlah pihak. Salah satunya ke Liga Kompas.

“Di Liga Kompas punya rapot para pemain, termasuk kiper. Kami mencari rekomendasi. Terimakasih juga kepada ketua BLiPSI Pak Bagja yang sudah membantu kami selama seleksi,” ujar Ray yang adalah putra pertama Pdt Abraham Manurung.

Dijelaskan, para pemain dari hasil seleksi ini nantinya akan dibawa untuk mengikuti kejuaraan di Portugal pada 1-7 Juni mendatang.
“Namun akan ada beberapa kali training center, termasuk di Portugal sepekan sebelum bertanding,” kata Ray.

Ray menambahkan, tak hanya skill dan kemampuan para pemain ini yang akan diasah, tapi juga mentalnya.
“Kalau soal cuaca di Portugal, pastinya para pemain bisa mengatasinya. Tapi mental yang juga menjadi perhatian kami. Bagaimana para pemain terbiasa melakukan hal-hal yang sama sekali belum pernah mereka alami. Contoh kecilnya, ketika buang air besar harus menggunakan tisu. Lalu, bagaimana supaya tak canggung menghadapi orang Bule. Ini kan hal-hal kecil yang perlu kita kasih pemahaman,” jelasnya.

Sementara, sang mentor di seleksi Jarot Supriyadi mengungkapkan jika dirinya sudah punya gambaran para penjaga gawang yang pantas membela Timnas Pelajar U-15 ini.
“Mungkin di luar sana, ada kiper yang lebih bagus. Tapi kami mencoba memaksimalkan mereka yang ikut seleksi ini dan hasilnya menjadi yang terbaik,” kata pria asal Pamulang ini. (Tangsel Pos/Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment