BNI dan Disdik Papua Luncurkan Program Aku Saudagar Muda Di Sekolah

Bagikan Bagikan
Suasana peluncuran pprogram aku saudagar muda bagi SMK di SMKN 5 Jayapura.(Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA) - Pihak PT Bank Negara Indonesia (BNI) bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Pengajaran (Disdik) Provinsi Papua meluncurkan program "Aku Saudagar Muda" di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Peluncuran Program "Aku Saudagar Muda" lebih pada memberikan pemahaman kewirausahaan kepada para siswa itu diikuti oleh 200 siswa-siswi dari seluruh SMK yang ada di Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, dan Kabupaten Jayapura. Momentum akbar ini difokuskan di SMK Negeri SMKN 5 Jayapura, Selasa (5/3/2019).

"Ini merupakan sinergi antara Bank BNI selaku BUMN dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua, khususnya bidang SMK. Jadi kita memang selaku BUMN itu punya tanggung jawab juga, disamping sebagai satu inatitusi yang profit motif/lebih pada bidang ekonomi, juga mempunyai satu kewajiban terhadap lingkungan dalam hal ini masalah sumber daya manusia," kata Wakil Pimpinan BNI Papua Dwi Marjono usai peluncuran.

Menurut dia, pihaknya juga berkewajiban untuk membantu perekonomian masyarakat terutama kaum milenial yakni anak-anak sekolah.

"Makanya ada banyak-banyak program dari kita seperti ada Bumdes, kredit Kur, salah satunya ini dengan pihak sekolah  dan progam lainnya," kata Dwi Marjono.

Mengapa dengan pihak sekolah, kata dia, karena mereka masih muda/kaum milenial. Kini, Bank BNI fokus pada kaum milenial. Pegawai BNI khususnya di Jayapura, 70 persen di antaranya kaum milenial.

Menurut dia, kaum milenial harus dipersiapkan, tetapi tidak bisa semuanya dipersiapkan pada sektor formal. Sektor formalnya sangat terbatas, maka sektor informal juga harus ditumbuhkembangkan, karena sektor informal itu merupakan penyelamat ekonomi bangsa, termasuk juga penyelamat masalah pengangguran dan lainnya.

Anak-anak muda tidak perlu semua berpikir untuk menjadi pegawai, tidak semua orang sukses di dunia ini karena menjadi pegawai, jadilah para pengusaha supaya perekonomiannya tumbuh.

"Kalau ekonominya bergerak, ekonominya jalan itu jelas infrastrukturnya akan mengikuti," kata dia.

Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Pengajaran Provinsi Papua untuk mencoba membantu.

"Kalau istilah pengangguran itu tidak mempunyai penghasilan, tetapi kalau sudah mempunyai penghasilan berarti sudah lepas dari situ, kemudian juga masalah pengentasan kemiskinan," katanya.

Ia menjelaskan yang terpenting dari program itu adalah membuka pikirannya para siswa-siswi SMK tentang kewirausahaan. Bukan berarti diajari secara detail hingga menjadi pengusaha tidak seperti demikian, tetapi pola pikirnya yang dibuka, mengajak mereka untuk menjadi seorang entrepreneur-entrepreneur muda.

"Karena begitu wawasanya tentang entrepreneur, nalurinya jalannya, maka bisa melihat peluang-peluang apa saja yang bisa menjadi duit/uang. Itu yang harus kita pikirkan agar mereka itu terus berkreasi untuk menjadi pengusaha-pengusaha muda," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMK Disdik Papua Yulianus Kuayo mengatakan program itu merupakan konektivitas di antara pemerintah dengan BUMN, dan ini juga sebenarnya salah satu program yang diinstruksi oleh Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2015.

Merujuk dari Inpres itu, maka pemerintah dengan BUMN itu bersama-sama melihat pendidikan yaitu bagimana pendidikan itu tidak hanya memiliki pengetahuan dan diluluskan tetapi harus dibarengi dengan skil/keterampilan.

"Maka program ini khususnya di Papua ini sangat membantu karena melalui program ini, nanti lulusan-lulusan SMK ini tidak sebatas mereka hanya membawa ijazah to tetapi nanti akan dibekali dengan keterampilan-keterampilan yang memang sesuai dengan potensi yang ada di Papua," katanya.

Yulianus berharap program ini sangat bermanfaat dalam pengembangan ekonomi di Papua, dan ini sangat relevan dengan visinya Gubernur Papua Lukas Enembe.

"Anak-anak Papua sekarang harus mandiri. Mandirinya itu adalah mereka harus memiliki keterampilan, dan keahlian, sehingga kami pemerintah khusus bidang SMK ini mensupor itu khususnya melalui pendidikan SMK," ujarnya. (Antara)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment