Bupati Jayawijaya Minta Kabupaten Pemekaran Tidak Caplok Batas Wilayah

Bagikan Bagikan
Masyarakat Jayawijaya yang berada di salah satu Distrik perbatasan antar Kabupaten.(Foto-Antara)

SAPA (WAMENA) - Bupati Jayawijaya, Provinsi Papua, Jhon Richard Banua meminta kabupaten pemekaran seperti Tolikara, Mamberamo Tengah, Kabupaten Lanny Jaya dan Yalimo, tidak mencaplok batas wilayah kabupaten induk Jayawijaya.

Bupati Jhon di Distrik Tagime, Kabupaten Jayawijaya, Selasa, mengaku sudah mendapat laporan dari warga terkait adanya upaya mencaplok batas wilayah, misalnya di Distrik Tagime, yang berbatasan dengan Kabupaten Tolikara.

"Jangan kita mencaplok wilayahnya orang. Sebab kabupaten pemekeran itu bisa dimekarkan karena sudah ada batas luas wilayah yang ditentukan. Jadi jangan kita mengambil yang menjadi milik kabupaten induk," katanya.

Bupati Jhon mengatakan segera berkoordinasi lagi dengan bupati-bupati kabupaten pemekaran dari Jayawijaya untuk kembali melihat batas wilayah yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat saat hendak memekarkan kabupaten-kabupaten tersebut.

"Karena sudah ada pembatasan garis wilayah untuk batas wilayah, jadi saya minta kepada Bupati Tolikara, Lanny Jaya maupun Mamberamo Tengah dan Yalimo untuk marilah kita kembalikan kepada batas yang sebenarnya," katanya.

Pada kunjungan kerja ke Distrik Tagime, bupati mendapati laporan dari pemerintah distrik setempat terkait keluhan batas wilayah yang hendak diambil alih oleh pemerintah tetangga.

Kepala Distrik Tagime Lekius Yikwa mengatakan persoalan batas wilayah itu meresahkan masyarakat sehingga ia mengharapkan pemerintah kabupaten menyelesaikan persoalan itu.

"Kami harap pemerintah kabupaten berkoordinasi dengan kabupaten tetangga dan pemerintah provinsi terkait batas wilayah di distrik kami," katanya. (Antara)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment