Hari Terakhir, Kantor KPU Mimika Padat Pengurusan Pindah Memilih

Bagikan Bagikan
Pengurusan pindah memilih sebelum penetapan DPTb tahu dua di kantor KPU Mimika.(Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) – Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika dipadati warga yang mengambil Formulir A5 atau Form atau surat keterangan pindah memilih, lantaran hari Minggu (17/3) kemarin merupakan batas akhir pengajuan sebelum ditetapkannya Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) tahap dua.

Dari pantauan Salam Papua di kantor KPU Mimika, Jalan Hasanuddin, Minggu (17/3), terlihat antrian warga di halaman kantor KPU Mimika untuk mengisi buku tamu serta warga yang antri di depan ruangan Divisi Program dan Data. Tidak hanya itu, juga terlihat warga memadati ruangan sembari mengajukan Form A5.

Dalam laman resmi KPU, https://lindungihakpilihmu.kpu.go.id/index.php/pemilih/pindah, proses administrasi yang perlu dilakukan masyarakat diawali dengan menginformasikan ke Panitia Pemungutan Suara (PPS) atau KPU Kabupaten atau Kota asal atau tujuan. Setelah itu, data pemilih terkait akan dihapus dari TPS awal.

Setelah itu, calon pemilih akan mendapatkan formulir A5. Formulir tersebut digunakan sebagai bukti bahwa yang bersangkutan telah pindah memilih. Formulir A5 bisa didapatkan pemilih dengan menunjukkan e-KTP maupun identitas lainnya.

Terkait hal tersebut, sebelumnya, Komisioner Divisi Program dan Data KPU Mimika, Luther Beanal ketika dikonfirmasi mengatakan, hal tersebut sesuai arahan dari KPU RI. Di mana, KPU memperpanjang layanan pengurusan pindah memilih hingga 17 Maret 2019 berdasarkan surat rekomendasi dari Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu).

Dikatakannya, pemilih yang pindah memilih akan dimasukkan ke dalam DPTb sebelum 30 hari jelang hari pemungutan suara.

“Karena ada surat dari Bawaslu RI, maka KPU RI juga mengeluarkan surat penundaan pleno DPTb ditingkat daerah, yang tujuannya memberikan kesempatan kepada masyarakat sampai 17 Maret,” kata Luther Beanal saat ditemui dibilangan Jalan Hasanuddin beberapa waktu lalu. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment