Keberadaan 600 Prajurit TNI Di Nduga Untuk Memberikaan Bimbingan Terhadap Masyarakat

Bagikan Bagikan
Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan (foto- Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan menegaskan, keberadaan 600 prajurit TNI di Kabupaten Nduga Papua bukan hanya untuk mengerjakan proyek jalan dan jembatan trans Papua dan pengamanan tapi juga memberikan bimbingan terhadap masyarakat.

“Prajurit didatangkan untuk memberi kelancaran dari proses pembangunan yang ada di Papua. Juga mencegah gangguan orang-orang atau kelompok tertentu yang tidak bertanggung jawab.  Pembangunan di Nduga bertujuan membuka akses kemajuan sehingga terjadi interaksi dari satu daerah yang tadinya terpencil menjadi terbuka perekonomian,”  kata Pangkostrad saat ditemui awak media usia memberikan arahan kepada prajuritnya di Batalyon Infanteri 754/ENK, Kamis (14/3).

Pangkostrad menilai keberadaaan 600 prajurit itu sudah cukup dan untuk penambahan prajurit menurutnya, tergantung situasi.

Dijelaskan, para prajurit yang dikirim ke Nduga, belum semuanya sudah tiba di lokasi. Saat ini masih dalam proses menuju ke titik lokasi yang ditentukan, karena alat transportasi terbatas untuk dilakukan pergeseran menuju pos- pos yang ditentukan.

“Keberadaan prajurit di Nduga tidak hanya untuk membangun jalan dan jembatan yang ada dan sekaligus pengamanan terhadap pekerjaan, namun juga untuk mengajak masyarakat, memberikan bimbingan kepada masyarakat tentang artinya sebuah pembangunan di negeri ini,” tuturnya.

Diharapkan jalan yang dibangun dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Itulah arti kemerdekaan terhadap bangsa ini, dimana kita bisa membesarkan anak, menyekolahkan anak, memberi nafkah kepada anak sehingga menjadi anak yang hebat.  Kemerdekaan itu harus merata di seluruh Indonesia. Saat ini masih banyak saudara-saudara kita yang terpencil, hidupnya jauh dari teknologi dan sebagainya,” ujarnya.  

Pangkostrad mengimbau kepada warga yang saat ini memiliki pandangan yang berbeda untuk segera sadar kembali bersama warga lainnya membangun negara Indonesia.

 “Tidak ada yang tidak bisa dilakukan, jika semuanya punya niat yang sama dan ingin membangun Negara ini,” katanya. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment