Korban Banjir Bandang Di Sentani Capai 83 Orang

Bagikan Bagikan
Korban banjir bandang Sentani di salah satu posko pengungsian.(Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA) - Jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, yang terjadi pada Sabtu (16/3) saat ini sudah mencapai sebanyak 83 orang.

Kapolres Jayapura AKBP Viktor Makbon kepada Antara, di Jayapura, Senin (18/3) malam mengatakan, hingga pukul 18.30 WIT tercatat 83 orang meninggal, 75 orang luka ringan dan 84 orang luka berat.

Ia menjelaskan bahwa korban banjir bandang terbanyak berasal dari Distrik Sentani.

Pencarian terhadap warga yang menjadi korban, katanya, akan dilanjutkan Selasa (19/3) dengan menggrahkan personel TNI-Polri dan masyarakat.

Ketika ditanya tentang jumlah pengungsi, Makbon mengatakan, saat ini tercatat 5.725 orang yang ditampung di tujuh titik termasuk di Gunung Merah.

“Untuk meringankan beban para pengungsi sudah dibuka tiga dapur umum termasuk di Mapolres Jayapura di Doyo yang melayani 500 bungkus,” kata Viktor Makbon.

Terpisah, Kabid Dokkes Polda Papua Kombes dr Ramon Aninam  mengatakan RS Bhayangkara sejak Minggu (17/3) menerima 64 kantong berisi jenazah korban banjir bandang di Sentani.

Ramon  mengatakan, dari 64 kantong jenazah baru 26 kantong yang sudah teridentifikasi, termasuk empat kantong jenazah yang akan diserahkan ke pihak keluarga Senin malam (18/3) sekitar pukul 20.00 WIT.

Sebelumnya Minggu (17/3) telah diserahkan 22 jenazah ke pihak keluarga, kata Ramon seraya menambahkan, belum tuntasnya identifikasi yang dilakukan tim DVI Polda Papua.

Identifikasi yang dilakukan baik dengan pemeriksaan melalui ante mortem maupun post mortem guna memastikan identitas korban yang dicocokan dengan keluarga.

Ia mengakui, untuk mempercepat proses identifikasi korban tim dibantu lima orang ahli forensik dari Mabes Polri.

Ahli forensik yang diperbantukan termasuk tenaga ahli forensik gigi, kata Kombes Ramon. Banjir bandang yang melanda sembilan distrik di Kabupaten Jayapura, menyebabkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal. (Antara)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment