Kronologi Banjir Bandang Terjang Sentani Jayapura

Bagikan Bagikan
Kondisi Banjir di Sentani.(Foto-Detik.co)
SAPA (JAKARTA) - Banjir bandang dan longsor di Sentani, Jayapura, Papua, menewaskan 70 orang. Banjir tersebut terjadi sejak Sabtu (16/3) malam.

Banjir tersebut juga membuat 4 ribuan warga mengungsi dan 350-an bangunan rusak-rusak.
Berikut kronologi banjir bandang yang dijabarkan Sutopo Purwo Nugroho, saat jumpa pers di Gedung BNPB, Jl Pramuka Raya, Jakarta, Minggu (17/3):

Sabtu 16 Maret
Pukul 17.00 WIT
Hujan deras mengguyur kawasan Sentani, Jayapura. Hujan tersebut turun sangat deras.

Pukul 18.00 WIT
Hujan mengalami fluktuatif dengan curah hujan menjadi deras mencapai 50.5 mm/jam.

Pukul 22.00-00.00 WIT
Ketika hujan deras di gunung maka palung sungai yang ada di sekitar Sentani tidak mampu menampung. Kemungkinan indikasi bahwa sebelumnya terjadi longsoran-longsoran yang kemudian membendung alur-alur sungai di hulu.

"Itulah yang menyebabkan mengapa terjadi banjir bandang dengan material kayu-kayu gelondongan, batu-batu sedimen banyak yang dialurkan ke bagian hilirnya. Kemudian menerjang 9 kelurahan-kelurahan di kecamatan Sentani," ujar Sutopo.

Selama 8 jam diguyur hujan, curah hujan mencapai 235,1 mm/jam. Menurut Sutopo, curah hujan ini sangat ekstrem.

Minggu 17 Maret

Pukul 08.00 WIT-17.00 WIT
Setelah diterjang banjir sejak tadi malam, sejumlah petugas melakukan evakuasi. Hasilnya, petugas gabungan menemukan 14 jenazah. Sampai dengan sore ini tercatat korban meninggal 58 orang,

"Kemungkinan korban masih akan terus bertambah. mengapa? proses evakuasi masih berlanjut. kemudian, belum semua daerah yang terdampak bencana dijangkau oleh tim SAR gabungan," tutur Sutopo. (Detikcom)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment