Lagi, Polres Mimika Ungkap Kasus Curanmor dan Penganiayaan

Bagikan Bagikan
Polres Mimika konferensi pers sampaikan pengungkapan terhadap tiga kasus. (Foto-Saldi)

SAPA (TIMIKA) - Polres Mimika melalui Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) kembali mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) dan penganiayaan yang terjadi di Kabupaten Mimika beberapa bulan belakangan.

Kapolres Mimika, AKBP  Agung Marlianto yang didampingi Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) AKP Andyka Aer dan Kepala Satuan (Kasat) Reskrim AKP I Gusti Agung Ananta Pratama menggelar konferensi pers terkait kasus yang ditangani, Selasa (5/3), bertempat di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Jalan Cenderawasih.

Kapolres dalam penyampaianya mengatakan ada tiga kasus yang berhasil diungkap Polres Mimika, dua kasus adalah kejahatan melakukan curanmor sedangkan satunya kasus penganiayaan. Kasus curanmor terdapat dua tersangka masing-masing berinisal VF alias V dan AR, sedangkan tersangka kasus penganiayaan berinisial NR alias N.

Kasus curanmor dengan tersangka VF diketahui terjadi di Jalan Hasanudin pada 4 Februari 2019 sekitar pukul 19.00 WIT. Saat itu korban Ernes Sanda Slobo memarkir kendaraan roda dua (Sepeda motor) didepan rumah dengan kondisi tidak mengunci stang (Setir). Saat keluar rumah, korban melihat sepeda motornya sudah tidak ada. Selanjutnya korban melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian.

Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan akhirnya menemukan pelaku. Dari hasil pengakuannya, pelaku yang kini berstatus tersangka melakukan kejahatan itu karena melihat adanya peluang, kendaraan milik korban tanpa pengawasaan. Kesempatan itulah tersangka berhasil membawa lari sepeda motor korban. Tersangka saat hendak ditangkap sampat berusaha melarikan diri, akhirnya petugas melumpuhkan dengan timah panas.

Kasus yang sama dengan tersangka AR alias A yang juga dilakukan dihalaman rumah korbannya. Di mana, sebelumnya pada 14 September 2018 AR melakukan pencurian sepeda motor Honda Beat warna hijau dengan cara meminjam kepada korban. Saat korban menanyakan keberadaan sepeda motornya, pelaku mengatakan hilang akibat dicuri. Akhirnya korban melaporkan hal itu ke pihak kepolisian. Selanjutnya pada 18 Oktober 2018, pelaku AR juga melakukan aksi pencurian sepeda motor Honda vario warna putih yang sedang diparkir dihalaman rumah sekitar area Mimika Sport Complex (MSC) . Atas kejadian itu, korban juga melaporkan ke pihak kepolisian.

Dari kedua laporan itu, penyidik melakukan pengembangan dan mengetahui bahwa AR merupakan pelaku dari kedua kasus tersebut. Akhirnya AR berhasil ditangkap pada pada 20 Januari 2019 oleh tim opsnal Polres Mimika. Karena berusaha melarikan diri, AR juga dihadiahkan timah panas.

Terhadap kejahatan curanmor yang dilakukan kedua tersangka, mereka kini dijerat pasal 363 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan ancaman kurungan penjara maksimal 7 tahun.

Sementara itu untuk kasus penganiayaan dengan tersangka berinisial NR alias N, terjadi pada Senin (4/3), didepan salah satu hotel Jalan Hasanuddin. Kapolres menerangkan, kejadian bermula disaat pelaku bertemu dengan korban Imran Rumbouw. Kemudian korban meminta pelaku untuk mentraktir minum minuman keras beralkohol (Miras). Kemudian pelaku pergi membeli minuman keras, tapi sebelumnya menitipkan kunci mobil kepada korban dan mengingatkan jangan menyentuh barang-barang yang ada didalam mobil, kemudian pelaku pergi.

Namun disaat kembali dari membeli minuman, pelaku melihat mobil sudah berpindah tempat dan uang didalam mobil berserakan. Sebab itulah pelaku kemudian marah lalu mengambil sebilah parang dari bawah jok mobil, kemudian mengayunkan ke arah korban mengenai lengan kiri. Akibatnya korban mengalami luka.

“Terhadap pelaku dengan kejahatan tersebut, kita kenakan pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan dengan hukuman pidana penjara 5 tahun penjara,” kata Kapolres.

Atas pengungkapan kasus ini, Kapolres berharap dapat meredam keresahan di masyarakat, terutama terkait kasus curanmor yang akhir-akhirnya ini mulai kembali marak.

Kapolres juga berpesan, bagi para pemilik kendaraan agar dapat mendatangi Polres Mimika dengan membawa kelengkapan surat-surat untuk mengambil kembali kendaraannya.    

“Kendaraan yang berhasil kita amankan dari kejahatan tersebut, akan kita kembalikan kepada pemilik atau korban dengan cuma-cuma,” ujar Kapolres.

Dijelaskan, kendaraan roda dua yang berhasil dicuri pelaku dijual kepada penadah dengan harga berkisar Rp2-3 juta. Sementara terkait dengan para penadah, kata Kapolres, itu menjadi pekerjaan rumah (PR) tersendiri bagi pihaknya khususnya Satuan Reskrim untuk segera dapat mengungkapnya.

“Siapapun yang melakukan kejahatan dan terus mengulangi kejahatan tersebut maka kami akan tembak ditempat, siapapun itu,” tegas Kapolres. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment