Pagu Anggaran Sementara Pembangunan 2020 Distrik Kuala Kencana Rp 172 Miliar

Bagikan Bagikan
Kepala Distrik Kuala Kencana, Everth Lukas Hindom.(Foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) – Estimasi pagu anggaran sementara yang diusulkan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kampung dan Distrik di Distrik Kuala Kencana untuk pembangunan di tahun 2020 mencapai Rp 172.500.000.000.

Kepala Distrik Kuala Kencana, Everth Lukas Hindom saat membacakan hasil Musrenbang, Selasa (5/3) menjelaskan, untuk bidang sosial budaya (Sosbud) yang meliputi pendidikan, kesehatan dan pemberdayaan kemasyarakat lainnya, terdiri dari 11 program dan 50 kegiatan, dilaksanakan di delapan kampung dan dua kelurahan dengan estimasi pagu anggaran sementara sebesar Rp 63.300.000.000.

Sementara Bidang Ekonmoi yang meliputi pertanian, peternakan dan pembangunan ekonomi lainnya terdiri dari empat program dan 12 kegiatan dengan estimasi pagu anggaran sementara sebesar Rp 8.750.000.000.

Sedangkan untuk bidang fisik dan prasarana (Fispra) menjadi primadona yang terdiri dari dua program dengan 30 kegiatan yang diusulkan yakni pembangunan perumahan dan infrastruktur lainnya. Estimasi pagu anggaran sementara untuk dua program dan 30 kegiatan pada bidang fispra ini sebesar Rp 100.000.000.000. Dengan demikian, total keseluruhan sebanyak 17 program dan 92 kegiatan untuk Sosbud, ekonomi dan fispra dengan jumlah estimasi pagu anggaran sementara sebesar Rp 172.500.000.000.

“Itulah hasil musrenbang kita hari ini (Kemarin-red). Usulan ini nanti akan disampaikan kepada OPD teknis terkait untuk kemudian dibahas kembali pada Musrenbangda Mimika nantinya. Kita perlu ketahui bersama bahwa usulan-usulan ini tidak semuanya bisa diakomodir, karena bukan hanya kita saja yang punyai usulan, tapi masih banyak juga dari distrik lainnya,” kata Everth dalam Musrenbang Distrik yang dilaksanakan di aula pertemuan Kantor Distrik Kuala Kencana.

Evert berpesan kepada seluruh Kepala Kampung bahwa jika program-program yang diusulkan bisa terakomodir di tahun 2020, diharapkan harus dikelola secara bersama-sama.

Khusus pengelolaan dana desa menurut dia, juga ada keterlibatan TNI dan Polri selaku Kantibmas dalam program pendampingan di masing-masing kampung. Hal ini berarti, kehadiran Kantibmas bukan semata-mata untuk menjaga keamanan, tetapi juga ikut mengawasi pengelolaan dana desa bersama tim pendamping lainnya dari Pemkab Mimika.

“Jangan sampai kepala kampung jalan lain dan Kantibmas jalan lain. Itu tidak boleh terjadi.  Harus berjalan bersama-sama supaya bisa mempertanggungjawabkannya secara bersama-sama juga. Semoga apa yang direncanakan dalam musrenbang Distrik dan Kampung dapat dijalankan secara baik nantinya. Dan ini  menjadi tanggungjawab kita semua,” tuturnya.

Ia mengharapkan agar setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) selaku instansi penerima usulan tersebut bisa mendorong ke Musrenbang  tingkat kabupaten. Hal ini agar seluruh program pembangunan yang bersumber dari dana desa, APBD serta APBN bisa terlaksana dengan baik dan bisa menjawab tuntutan masyarakat.

Bupati Mimika dalam sambutan yang dibacakan Asisten III Bidang Adaministrasi Umum Setda Mimika, I Nyoman Putu Arka mengatakan, kegiatan Musrenbang yang bermakna akan mampu membangun kesepahaman tentang kepentingan dan kemajuan desa/kampung dengan cara memotret potensi dan sumber-sumber pembangunan yang tersedia.

Untuk itu, melalui kegiatan Musrenbang semua komponen di Distrik Kuala Kencana diajak agar bersama-sama menentukan perencanaan pembangunan demi kemajuan daerah melalui evaluasi dan hasil aspirasi masyarakat.

Dijelaskan, keberhasilan daerah Mimika ke depan bukan hanya karena kegigihan dalam menyiasati dan menyikapi permasalahan, tapi pengawalan yang ketat bisa membuahkan hasil yang baik.

“Karena itu di samping pelaksanaannya yang penting, tapi juga diperlukan rencana yang baik pula guna tercapainya pembangunan yang merata untuk kesejahteraan kita bersama,” jelasnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment