Pemkot Kupang Cabut Status KLB DBD

Bagikan Bagikan

Sukarelawan PMI sosialisasi mencampurkan obat pembunuh jentik nyamuk (abate) dalam bak mandi untuk pemberantasan sarang nyamuk.(Foto-Antara)
SAPA (KUPANG) - Wali Kota Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jefri Riwu Kore, mengatakan telah mencabut status kasus luar biasa (KLB) demam berdarah dengue (DBD) yang telah menunjukan penurunan signifikan.

"Status KLB DBD secara resmi telah kami cabut mulai Jumat (8/3) karena kasus DBD yang menyerang masyarakat Kota Kupang sudah semakin menurun. Penurunan kasus DBD sudah sangat signifikan," kata Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore kepada wartawan di Kupang, Jumat (8/3).

Pemerintah Kota Kupang secara resmi menetapkan status kasus KLB DBD sejak 26 Januari 2019 dan telah mengakibatkan 530 orang menjadi korban DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti.

Penurunan kasus DBD, katanya, terjadi setelah pemerintah melakukan berbagai upaya dalam mengatasi kasus DBD seperti mengelar kegiatan fogging di berbagai tempat yang memiliki kasus DBD, abatisasi dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).

Ia mengatakan, pencabutan status KLB DBD dilakukan setelah melalui proses evaluasi dilakukan Dinas Kesehatan Kota Kupang bahwa kasus DBD mulai menurun.

"Sebelum kami mencabut status KLB DBD dilakukan evaluasi terhadap kasus DBD yang terjadi dan ternyata menunjukan penurunan sehingga diputuskan untuk dicabut," katanya.

Kendati status KPL dicabut namun pemerintah terus mendorong masyarakat untuk melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui pola 3M plus yang dilakukan secara berkelanjutan dalam mencegah terjadinya serangan penyakit DBD.

"Kami berharap masyarakat untuk tetap aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal agar kasus DBD tidak lagi terjadi di daerah ini," katanya.

Jefri juga mendorong agar pemberdayaan juru pemantau jentik (jumantik) yang ada disetiap rumah tangga untuk lebih aktif dalam upaya melakukan pemberantasan sarang nyamuk dalam lingkungan keluarga guna mengantisipasi terjadinya serangan nyamuk DBD. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment