Pendaftaran CPNS Mimika Melalui Situs SSCN

Bagikan Bagikan
Kepala BKD Kab.Mimika, Paskalis Kirwelakubun.(Foto-Dok-SAPA)

SAPA (TIMIKA) -  Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Mimika, Paskalis Kirwelak mengatakan teknis pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 di Mimika akan dilaksanakan dengan sistim online melalui situs resmi SSCN Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan link.sscn.bkn.go.id.

Dijelaskan, meski pendaftaran melalui situs SSCN, setiap peserta wajib melampirkan dokumen fisik pendukung yang dikirimkan melalui Kantor POS untuk dilakukan ferivikasi faktual oleh tim penerimaan di Kemenpan-RB. Dalam hal ini untuk mengetahui kejelasan atau menyesuaikan dokumen kependudukan berdasarkan tanggal lahir dan tempat domisili, Kartu Keluarga dan Ijazah asli yang telah dilegalisir.

“Memang pendaftaran melalui situs sscn itu, tapi para peserta juga harus lampirkan dokumen fisik  dan dikirim melalui POS supaya dilakukan ferivikasi faktual oleh tim. Contohnya, untuk saudara-saudara kita yang orang asli papua (OAP) yang karena orang tuanya tugas di di daerah jawa dan mereka dilahirkan di sana. Ini berarti dari sistim penjaringan data KTP mereka akan tolak karena bukan KTP Papua. Nanti kita akan jalin kerja sama dengan kantor POS untuk siapkan kotak khusus pengiriman berkas-berkas ini,” ungkap Paskalis di Kantor Pusat Pemerintahan (Puspem) Mimika, Senin (4/3).

Sedangkan pengumuman jadwal penerimaan di setiap Kabupaten/Kota se Papua dan Papua Barat harus menunggu instruksi dari Gubernur. Sebab,menyusul ada persetujuan penetapan tanggal penerimaan wilayah Papua dan Papua Barat dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) beberapa waktu lalu, saat ini masih ada persoalan teknis yang sementara dibahas di Provinsi.

“Penerimaan CPNS untuk Provinsi Papua dan Papua Barat dikoordinir oleh masing-masing Gubernur. Kita di Kabupaten dan Kota itu sifatnya hanya menunggu instruksi. Kalau Gubernur instruksikan untuk diumumkan, maka kita akan umumkan ke masyarakat. Namun yang pasti pendaftarannya melalui situs resmi SSCN,” tuturnya.

Menurut dia, saat ini belum bisa dipastikan jumlah kuota khusus orang asli papua  (OAP) ataupun khusus suku Amungme dan Kamoro di Mimika. Tapi hal tersebut akan diketahui setelah diketahui jumlah pendaftar berdasarkan OAP ataupun non Papua.

“Tapi intinya GUbernur sudah tentukan bahwa OAP 80 persen dan non Papua 20 persen. Dan yang terpenting mereka mendaftar dahulu, terus dari hasil pendaftaran itu baru kita bisa pastikan berapa OAP yang harus diterima,” tuturnya.

Selanjutnya ia mengatakan, mengingat Kabupaten Mimika tidak termasuk dalam pelaksanaan tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu di beberapa Provinsi, Kabupaten dan Kota lain se Indonesia, di Mimika dipastikan akan menunggu tes tahap dua.

“Tes P3K itu sudah selesai dilaksanakan. Bukan hanya Mimika saja, tapi ada ratusan kabupaten lain di Indonesia yang belum ikut. Kita tunggu tahap ke dua saja. Itu juga kita belum pastikan kapan pelaksanaannya,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar: