Pentas Seni Sekolah Santa Maria Timika

Bagikan Bagikan
Sekolah Santa Maria (STAMA) Timika menggelar kegiatan pentas seni sebagai wujud nyata untuk melestarikan budaya.(Foto-Jefri Manehat)
Budaya Harus Dilestarikan, Bukan Dilupakan

SAPA (TIMIKA) – Untuk lebih memperkenalkan budaya dan tradisi daerah, Sekolah Santa Maria (STAMA) Timika menggelar kegiatan pentas seni yang diikuti kurang lebih tujuh sekolah. Setiap peserta menampilkan karyanya baik itu seni tari, musik dan kuliner khas daerah. Kegiatan berlangsung di lapangan sekolah STAMA, Kamis (7/3). Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk melestarikan budaya agar tidak dilupakan. Pentas seni STAMA Timika tahun 2019 mengambil tema “Segala Aktivitas Kita Adalah Karya Seni”.

Ketua Yayasan Sekolah Santa Maria Timika, Marsel Alex Lesomar menyampaikan, dalam perkembangan era globalisasi sekarang tradisi yang ditingalkan oleh leluhur kian berkurang. Tradisi yang seharusnya dianggap suci namun dengan perkembangan manusia lupa akan tradisi tersebut.

Hal yang seharusnya bukan merupakan bagian dari budaya pada kenyataaannya telah dijadikan budaya baru dan budaya yang diwarisi oleh nenek moyang semakin tidak terlihat karena ditinggalkan.

“Hal tersebut akan berdampak pada anak- anak muda sebagai generasi penerus, dimana anak- anak akan menjadi buta dan tidak mengetahui budaya dan tradisi kita. Hal ini menjadi tanggung jawab kita sebagai orang tua dan juga guru- guru untuk memperkenalkan budaya- budaya kita kepada anak- anak kita,”katanya.

Karena jika tidak, anak- anak melakukan hal yang tidak sepatutnya dilakukan yang mana bertentangan dengan budaya. Lantaran anak- anak generasi muda lebih tergiur hal- hal yang merusak masa depan seperti mengkonsumsi minuman keras (Miras) dan juga Narkoba.  

“Kita sebagai orang tua dan anak- anak harus bersama- sama kembangkan budaya kita, agar budaya kita tidak dilupakan namun tetap dilestarikan. Orang tua harus mampu mewariskan tradisi itu kepada anak- anak,” ujarnya

Diharapkan, adanya transfer budaya dalam artian anak- anak juga harus diajarkan bagaimana mengenal budaya lain agar anak- anak tidak hanya terfokus pada tradisi yang diturunkan kepadanya, sehingga anak- anak punya keinginan untuk belajar lebih banyak. Terlebih khusus budaya Papua dimana sekarang anak- anak lahir dan tinggal, terangnya. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment