Perencanaan Pembangunan Wondama 2020 Berbasis PRB

Bagikan Bagikan
Pengerukan sungai yang dilakukan personil Basarnas pada banjir di Wasior yang merendam merendam jalan dan ratusan rumah warga beberapa waktu lalu.(Foto-Antara)

Wasior (ANTARA) - Bupati Teluk Wondama, Papua Barat Bernadus Imburi, menekankan agar perencanaan pembangunan tahun 2020  di daerah tersebut berbasis pada pengurangan resiko bencana (PRB).

"Pemerintah daerah harus hadir untuk melindungi masyarakat dari bencana alam. Maka harus kita rencanakan, pembangunan harus membuat masyarakat nyaman tanpa rasa takut terhadap bencana," kata bupati di Wasior, Rabu.

Bupati menginginkan ada langkah konkret untuk membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana dengan mengintensifkan program PRB. Bagi Imburi ini penting mengingat Teluk Wondama merupakan daerah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana alam terutama banjir, longsor dan tsunami. 

“Mengingat situasi dan kondisi alam di Kabupaten Teluk Wondama maka diminta agar hal-hal yang terkait dengan bencana alam juga masuk dalam perencanaan pembangunan, baik yang menyangkut antisipasi bencana, mitigasi bencana maupun penanganan pasca bencana,“ kata dia lagi.

Bencana alam berupa banjir bandang dashyat pernah melanda Wasior pada 2010 silam. Luapan air bah yang datang tiba-tiba tidak hanya meluluhlantakkan kota Wasior tetapi juga merenggut nyawa ratusan jiwa.

Tiga tahun berselang tepatnya pada 2013, banjir bandang kembali menerjang Wondama khususnya di bagian selatan kota Wasior meski dalam skala yang lebih kecil.

Berangkat dari fakta itu, Wakil Bupati Wondama Paulus Y Indubri pada wawancara terpisah minta agar ada kegiatan normalisasi sungai/kali terutama  yang dekat dengan pemukiman masyarakat.

Di Wasior, sebut Indubri, ada sejumlah sungai yang perlu jadi prioritas misalnya di wilayah Rado, Distrik Wasior yang sudah berulang kali meluap sehingga menyebabkan banjir hingga ke pemukiman warga.

“BPBD perhatikan kali-kali di Rado itu. Material harus dibersihkan terus karena jarak dari jembatan dengan permukaan kali itu tinggal 1 meter lebih. Harus dikeruk supaya tidak meluap dan jadi banjir yang mengancam masyarakat, “ ucap Indubri. (Antara)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment