Polisi Sita 640 Liter Miras Lokal, Pelaku Dikenakan Pasal Berlapis

Bagikan Bagikan
Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto dalam pers rilis operasi minuman keras lokal (milo) jenis sopi.(Foto-Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Kepolisian Resor (Polres) Mimika melalui Satuan Reserse Narkoba dipimpin Kasat Res Narkoba, Iptu Laurensius Kordiali berhasil menyita 640 liter minuman keras lokal (milo) jenis sopi dari dua tempat penyulingan pada Rabu (6/3).

Lokasi pertama di  Kilo Meter 7. Di lokasi ini polisi mengamankan  dua pelaku sekaligus pemilik penyulingan milo yakni YL (27) dan OT (37). Sedangkan lokasi kedua di SP1, tepatnya dibelakang (Stadion) Bola Kaki. Di lokasi ini polisi juga mengamankan pemilik milo atas nama MW (23).

Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto dalam pers release di Polres Mimika, Senin (11/3) mengatakan lokasi yang dipakai untuk penyulingan milo merupakan tempat terpencil dan berlumpur. Sehingga hanya sedikit barang bukti milo yang bisa diamankan, selebihnya langsung dimusnahkan (dibakar) di tempat penyulingan milo.

“Tidak hanya itu, kita juga langsung bakar dengan tenda- tenda yang dipakai untuk melakukan penyulingan milo itu. Hasil bukti berupa milo yang dibawa ke Polres Mimika yaitu 8 buah jerigen ukuran 5 liter yang berisikan Milo, 2 unit sepeda motor dan 2 buah hand phone,” kata Kapolres.

Kapolres Agung menyebut pembuatan milo jenis sopi tersebut tidak higenis atau tidak memenuhi standar kesehatan sehingga sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh masyarakat.

“Penertiban terhadap peredaran milo akan terus kita lakukan. Kita komitmen untuk menghilangkan  kegiatan penyulingan milo tersebut,” katanya.

Para pelaku, kata Kapolres Agung, dikenakan Undang- Undang (UU) pasal 204 KUHP, “barang siapa menjual, menawarkan, meyerahkan atau membagi- bagikan barang yang diketahui membahayakan nyawa dan kesehatan orang lain dan tidak memberitahukan akan bahayanya diancam dengan hukuman  9 tahun penjaran.” 

Para pelaku juga dikenakan pasal 62 ayat 1 KUHP pasal 8 ayat 1 UU nomor 08 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, “ pelaku atau usaha dilarang memperdagangkan barang yang tidak mencatumkan tanggal kadaluwarsa atau  jangka waktu penggunaan atau pemanfaatan yang baik atas barang tersebut dan tidak memasang label atau membuat penjelasan barang yang memuat nama barang, berat, ukuran/ isi bersih atau netto, komposisi atau tanggal pembuatan, akibat sampingan, nama dan alamat pelaku usaha serta keterangan lainnya untuk penggunaan yang memuat ketentuan harus dipasang atau dibuat” pelaku dikenakan hukuman 8 tahun penjaran.

Terhadap pelaku juga dirangkap dengan UU Pangan nomor 18 tahun 2012 pasal 140 berbunyi “ setaip orang yang menyelenggarakan kegiatan atau proses produksi, penyimpanan, pengangkutan dan peredaran pangan yang tidak memenuhi persyaratan sanitasi pangan dipidana penjaran paling lama 2 tahun dengan denda paling banyak Rp 4 Miliar.

“Kenapa kita kenakan pelaku dengan pasal berlapis karena ini bukti komitmen kita dari kepolisian, kejaksaan dan kehakiman untuk memerangi miras di Mimika. Karena kita ketahui miras di Mimika adalah musuh utama dan merupakan pintu gerbang bagi kejahatan lainnya,” ujar Kapolres.

Ditambahkan, para pelaku mengaku sudah memproduksi milo  sekitar 3 bulan dengan pendapatan mencapai  Rp 24 juta per bulan.  (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment