Polsek Poumako Komitmen Bersihkan Lingkungan Lewat Program Jumpa Berlin Kapel Mako

Bagikan Bagikan
Bersih-bersih lingkungan dalam program Jumpa Berlin Kapel Mako. (Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) –  Guna membangkitkan kesadaran semua pihak akan pentingnya kebersihan, Kepolisian Sektor (Polsek) Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan Laut (KP3L) Poumako melaksanakan kegiatan Jumat Pagi Bersih Lingkungan Kawasan Pelabuhan Pomako (Jumpa Berlin Kapel Mako) dan menjadi salah satu program yang melibatkan seluruh masyarakat dan stakeholder di kawasan itu.

Dari pantauan Salam Papua, terlihat pada saat pelaksanaan kegiatan Jumpa Berlin Kapel Mako, antusias masyarakat begitu besar meski dengan cuaca yang kurang mendukung. Para peserta membersihkan parit, memungut sampah sesuai dengan lokasi yang sudah dibagikan.

Kapolsek KP3L Poumako, Iptu Ferry Mehue mengatakan kegiatan tersebut dinilai efektif untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dalam mensosialisasikan budaya hidup bersih dan sehat kepada masyarakat, guna meningkatkan kualitas hidup.

“Saya yakin ini bisa dan berhasil, ini dibuktikan sebelumnya juga, sudah saya terapkan di Polsek Wagete, Polres Paniai. Sesuai nama, program ini akan dilakukan tiap Jumat pagi dengan melibatkan masyarakat, perusahaan yang ada disini, Syahbandar, serta TNI,” ujarnya ketika ditemui Salam Papua usai kegiatan tersebut, Jumat (15/3).

Ia menekankan, masyarakat agar berpartisipasi dalam program tersebut untuk menjaga kebersihan, sehingga pemahaman akan pentingnya menjaga lingkungan dapat terwujud.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi baik dari jajaran Polres Mimika, stakeholder terkait maupun masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, mewakili Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, Wakapolres Kompol I Nyoman Punia mengatakan sudah seharusnya sampah yang menjadi malapateka kehidupan di bumi dibersihkan lewat kesadaran setiap individu.

“Pimpinan sangat mengapresiasi program ini. Sampah adalah momok bagi bumi kita, karena menjadi sumber penyakit, membahayakan ekosistem laut dan lingkungan. Kalau tidak ditata dengan baik maka bisa menjadi malapetaka, itu sangat berbahaya,” ujarnya sembari menjelaskan bahaya sampah plastik.

“Dan beberapa kota sudah melarang penggunaan plastik karena merupakan sampah yang berbahaya, karena butuh waktu lama untuk terurai. Kalaupun dibakar, asapnya juga akan memberi dampak buruk,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu salah satu masyarakat setempat, Agustina Yatanea menyampaikan terima kasih atas keterlibatan pihak kepolisian dan stakeholder dalam memberdayaan masyarakat, terutama dalam menjaga lingkungan diwilayahnya sendiri.

“Saya sangat mendukung, karena selama ini belum pernah ada pemberdayaan masyarakat tentang sampah. Kami hanya begitu-begitu saja. Pemerintah ada tapi kehadirannya tidak dirasa oleh masyarakat, sehingga kami berterima kasih kepada Kepolisian dan Syahbandar yang sudah melibatkan kami dalam kegiatan seperti ini. Dengan adanya kemajemukan stakeholder yang ada di Kabupaten Mimika, kami bahagia,” ujarnya sembari meminta kegiatan tersebut dilakukan secara berkelanjutan.

Selanjutnya, Kepala Syahbandar Pelabuhan Pomako, Husni Anwar yang mendukung program tersebut mengaku saat ini kondisi di kawasan tersebut terus mengalami peningkatan yang baik, yakni dari segi keamanan, kebersihan dan kualitas hidup masayarakat setempat.

“Yang dulunya disini identik sering terjadi keributan, sekarang tidak lagi. Kami sama-sama pihak keamanan di pelabuhan terus berupaya melakukan hal positif yang melibatkan masyarakat,” imbuhnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment