TMMD di Kampung Yuwainda Diwarnai Penyuluhan HIV/AIDS

Bagikan Bagikan
Suasana penyuluhan HIV/AID dan bahaya narkoba oleh staf Dinas Sosial Kabupaten Keerom disela-sela TMMD ke-104 oleh Kodim 1701/Jayapura di Kampung Yuwainda.(Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA) - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 tahun 2019 yang digelar oleh Kodim 1701/Jayapura di Kampung Yuwainda, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua diwarnai penyuluhan HIV/IDS.

Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf Johanis Parinussa ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Senin (11/3) mengatakan selain melaksanakan program fisik berupa pembangunan rumah dan fasilitas umum lainnya, TMMD ke-104 kali ini juga diberikan kegiatan nonfisik.

"Kegiatan non fisik ini diantaranya penyuluhan dan sosialisasi HIV/AIDS dan bahayanya narkoba," katanya.

Dalam penyuluhan tersebut, kata dia, Kodim 1701/Jayapura menggandeng Dinas Sosial dari Kabupaten Keerom untuk menerangkan dan menjelaskan secara langsung kepada warga Kampung Yuwainda dan sekitarnya.

"Staf dari Dinas Sosial Kabupaten Keerom yaitu Ibu Lena Sou, Thomas dan 3 orang lainnya yang didampingi Babinsa Kampung Yuwainda melakukan penyuluhan HIV/AIDS dan pemahaman terkait bahayanya narkoba," katanya.

Menurut dia, warga Kampung Yuwainda antusias melihat dan mendengarkan penyuluhan tersebut baik anak-anak maupun remaja hingga orang dewasa nampak hadir.

"Para tokoh masyarakat juga hadir di antaranya Anton Psebo, Kepala Suku Yuwainda Blasius Muenda dan Kaur Umum Kampung Yuwainda Gasper Two," kata Parinussa.

Secara terpisah, Lena Sou menjelaskan tentang penularan HIV bisa melalui jarum suntik, hubungan sex  bebas, pemakaian sikat gigi bersama-sama, dan ibu yang telah mengidap HIV juga dapat menularkan virus kepada bayinya melalui ASI.

"Jika ada warga yang terjangkit HIV/AIDS, tidak perlu menjauhinya atau mengucilkannya, tetapi langsung melaporkan ke Dinas Sosial agar diberi penanganan medis," kata Lena,

Untuk bahaya narkoba, Thomas rekan Lena Sou dari Dinas Sosial meminta agar warga Kampung Yuwainda tidak boleh mengonsumsinya, karena akan menyerang syaraf manusia.

"Sehingga tidak bisa berpikir dengan jernih, dan narkoba juga bersifat candu, sehingga sulit untuk terlepas dari pengaruhnya dan akan terus-menerus dikonsumsi yang mengakibatkan kematian," katanya

Pada momentum itu, warga Kampung Yuwainda juga diperkenalkan dengan jenis-jenis narkoba di antaranya heroin, sabu-sabu, putauw dan ganja.

"Warga diharapkan sadar akan bahayanya narkoba karena Distrik Waris adalah daerah yang berbatasan langsung dengan PNG sehingga narkoba khususnya ganja sering dijumpai," katanya. (Antara)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment