TNI Amanakan Kulit Kayu Masohi dan Vanili di Perbatasan RI-PNG

Bagikan Bagikan
Personel TNI dari Yonif PR 328/DGH sedang memeriksa barang bawaan berupa kulit kayu Masohi dan Vanili yang dicurigai tidak disertai dokumen lengkap.(Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA) - Prajurit TNI dari Yonif PR 328/DGH mengamankan 476 Kg kulit kayu Masohi dan 73,5 Kg Vanili tanpa dokumen ketika menggelar pemeriksaan rutin di Pos Kotis Skouw, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.

Danyonif PR 328/DGH Mayor Inf Erwin Iswari di Kota Jayapura, Senin (11/3), mengatakan ratusan kilogram kulit kayu Masohi dan Vanili itu coba diselundupkan tanpa disertai dokumen resmi atau melewati prosedur yang legal.

"Kulit kayu Masohi seberat 476 Kg dalam 11 karung milik ibu SR (55) warga Skouw Yambe dan Vanilli seberat 73,5 Kg milik bapak MA (39) warga Koya Timur dan A (42) warga Hamadi, Kota Jayapura," katanya.

Menurut dia, pada saat dimintai kelengkapan surat-surat dan dokumen resmi, para pemilik kulit kayu Masohi dan Vanili itu tidak dapat menunjukkannya, sehingga barang-barang tersebut diamankan.

“Pada saat dilakukan pengecekan rutin oleh personel pos jaga kotis, SR, MA dan A tidak dapat menunjukkan surat dan dokumen resmi sehingga kulit kayu Masohi dan Vanili illegal tersebut kami amankan," katanya.

Penyelundupan Vanili illegal, kata dia, merupakan yang ketiga kali selama 4 bulan bertugas sebagai Satgas Pamtas RI-PNG yang menjaga perbatasan.

Terkait penemuan tersebut, Yonif PR 328/DGH telah berkoordinasi dengan pihak Balai Karantina Pertanian dari PLBN Skouw.

"Pemilik kulit kayu Masohi dan pemilik Vanili tersebut diberikan kesempatan untuk melengkapi surat-surat dan dokumen resmi," katanya.

Menurut dia, perbatasan merupakan salah satu daerah yang rawan akan peredaran barang-barang illegal dan terlarang, berbagai macam cara dilakukan agar barang-barang tersebut dapat lewat tanpa melalui prosedur yang sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Sehingga kami sebagai satgas pamtas RI-PNG melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap setiap kendaraan yang lewat dan terbukti ada saja yang mencoba menyelundupkan barang-barang import illegal tanpa dilengkapi surat-surat dan dokumen resmi," katanya.

"Kegiatan penyelundupan barang illegal merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan yang lebih dari para pelaku tanpa melalui prosedur yang sesuai dengan peraturan. Selain bertentangan dengan peraturan kegiatan penyelundupan juga sangat merugikan bagi Negara Indonesia," kata Mayor Erwin. (Antara)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment