TNI Bantah Adanya Perampasan Senjata dan Lima Prajurit Tewas

Bagikan Bagikan
Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi didampingi Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf Pio L. Nainggolan. (Foto- Istimewa)

SAPA (TIMIKA) – Pihak TNI membantah terkait beredarnya informasi yang menerangkan bahwa kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) saat terlibat kontak tembak bersama TNI di Kabupaten Nduga, pada Kamis (7/3), berhasil merampas senjata dan menewaskan sedikitnya lima prajurit TNI.

Sebelumnya, beredar informasi melalui akun media sosial Facebook TPNPBnews yang menjelaskan bahwa, kontak tembak antara pasukan TNI dengan KKSB atau Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Komando Daerah Pertanahan (Kodap) III Ndugama dibawah pimpinan Egianus Kogeya, berhasil merebut empat pucuk senjata dan menewaskan lima prajurit TNI.

“Tidak ada senjata yang mereka ambil dari kita, dan anggota kita hanya gugur tiga orang, tidak lebih. Kalau lebih, tidak mungkin kami sembunyikan anggota TNI yang gugur, karena setiap anggota TNI yang gugur di medan perang maka akan dikembalikan ke pihak keluarganya,” tegas Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi saat diwawancara awak media di Timika, Jumat (8/3).

Dijelaskan Aidi, usai kontak tembak, prajurit TNI yang melakukan pembersihan area kontak tembak justru menemukan lima pucuk senjata dan satu orang warga dalam kondisi meninggal dunia, diduga yang bersangkutan merupakan bagian dari KKSB.

“Belum dipastikan (Jenis senjata yang ditemukan) karena belum ada laporan selengkapnya, karena hambatan komunikasi. Terhadap satu jenazah (Yang ditemukan TNI dilokasi kejadian) sementara dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk mendapatkan identitas korban,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kapendam menegaskan bahwa TNI tidak akan pernah mundur atas segala bentuk upaya yang dilakukan KKSB di Papua, yang merupakan wilayah kedualatan NKRI.

“Kita tegaskan kepada KKSB, kita tidak akan mundur satu langkah pun dengan teror atau siapapun. Dan kita siap untuk melanjutkan pembangunan di Negara yang berdaulat ini. Dan TNI selalu tampil di garda terdepan untuk melanjutkan pembangunan yang ada disana (Kabupaten Nduga),” tegasnya.

Selain itu, Kapendam juga mengatakan bahwa, kurang lebih 600 prajurit TNI akan masuk ke Kabupaten Nduga untuk pengamanan dan membantu pembangunan di wilayah itu. Selain itu juga sekaligus mencari dan mengejar KKSB yang selama ini mengacaukan situasi dengan melakukan aksi teror serta intimidasi, khususnya di wilayah pegunungan tengah Papua. “Sebagian pasukan telah tiba di Timika dan sebagian sudah ada di Jayapura,” kata Aidi.

Sebelumnya, pada Rabu (7/3) pagi, 25 prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Penegakkan Hukum (Satgas Gakkum) melaksanakan pengamanan wilayah dalam rangka pergesaran pasukan di Distrik Mugi,Kabupaten Nduga. Pergeseran pasukan tersebut diperbantukan untuk pengamanan pembangunan infrastruktur jembatan/jalan Trans Papua, Wamena-Mamugu.

Baru tiba di Distrik Mugi, 25 prajurit TNI langsung disambut puluhan anggota KKSB yang melengkapi diri dengan senjata api maupun alat tajam serta senjata tradisional panah. Akhirnya baku tembak terjadi yang menyebabkan tiga prajurit TNI gugur. (Jefri Manehat/Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment