Warga Flobamora Galang Dana Untuk Bencana Manggarai dan Sentani

Bagikan Bagikan
warga Flobamora saat menggalang dana di jalan (foto- Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Kerukunan Flobamora bersama kalangan pemuda Flobamora di Kabupaten Mimika menggalang dana untuk membantu musibah yang terjadi di Manggarai NTT dan Sentani Jayapura

Ketua Kerukunan Flobamora, Nikaus Raing saat dihubungi Salam Papua melalui telepon pribadinya menuturkan,  penggalan dana dilakukan sejak kemarin, Sabtu (16/3) hingga Minggu (17/3).

"Hari ini, Minggu (17/3) penggalangan dana bagi korban yang ada di Sentani dan kemarin Sabtu (17/3) kita galang dana untuk korban di Manggarai NTT. Ini kita lakukan sebagai bentuk kepedulian kita sebagai sesama manusia dan rasa solidaritas, dan tentunya untuk membantu meringankan beban warga yang menjadi korban,” kata Niko.

Dijelaskan, penggalangan dana merupakan bentuk rasa  empati terhadap musibah yang sedang dihadapi, baik yang  terjadi di Manggarai NTT dan Sentani Jayapura. Tidak menutup kemungkinan penggalangan dana akan terus dilakukan sambil melihat kondisi yang  ada  di lokasi bencana.

"Kita tidak  sendiri, terlibat juga dari komunitas motor  dan juga anak-anak Band Timika. Hasil yang akan kita dapat kita akan koorsidanasi dengan Badan Zakat Amil Nasional (Baznas ) Kabupaten Mimika untuk membantu dalam salurkan kepada korban banjir bandang di Sentani. Untuk dana yang akan disalurkan dengan berkoordinasi dengan pihak pemerintah di sana ," katanya.

Diketahui, musibah banjir dan longsor yang melanda Kecamatan Komodo dan Kecamatan Mbiling, Kabupaten Mangggarai Barat, NTT, terjadi pada Kamis (7/3), dimana dalam musibah tersebut menyebabkan 8 orang meninggal karena tertimbun material longsoran dan sejumlah warga luka-luka. Korban meninggal adalah Hironimus Rius (50), Nardus Rifa (13), Margareta Ersi (40), Hilariani Jelita Mensi (12), Yoseva Nelti (6), Paulinus Salim (60), Remigius Sera (28), dan Fransiska Tania masih balita (8 bulan)

Sementara musibah banjir yang  terjadi di Sentani Jayapura disebabkan curah hujan yang tinggi.  Banjir sejak Sabtu (16/3) sore, merendam beberapa rumah milik warga dan menyebabkan beberapa orang kehilangan nyawa dan luka-luka. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment