Bangkai Ikan Paus di Perairan Timika Pantai Belum Ditenggelamkan

Bagikan Bagikan
Ikan paus bryde yang mati dan terdampar di pesisir Kampung Timika Pantai, Distrik Mimika Tengah. (Foto-Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kabupaten Mimika, Hariyadi Nugroho, mengatakan sampai saat ini bangkai ikan paus yang terdampar di Kampung Timika Pantai, Distrik Mimika Tengah, belum ditenggelamkan.

"Akan diputuskan setelah koordinasi Kepala Dinas Perikanan bersama Sekda Mimika. Karena cara penanganannya ada dua, yakni dikuburkan atau ditenggelamkan. Sementara bangkai paus tersebut sudah kita tarik dan pindahkan sekitar dua kilometer dari kampung itu menggunakan kapal Polairud," kata Hariyadi ketika ditemui Salam Papua dibilangan Jalan Yos Sudarso, Kamis (4/4).

Ia menjelaskan, apabila ikan paus itu dikubur, hal tersebut tidak memungkinkan dilakukan disekitaran kampung itu, karena membutuhkan alat berat dan kondisi tanah dikampung tersebut berpasir.

"Apabila ditenggelamkan, maka harus memerlukan pemberat lebih dari 2 ton. Sebab berat bangkai paus itu lebih dari 1 ton," ujarnya.

Dikatakan, ikan paus berjenis bryde itu diperkirakan telah mati dua hari sebelumnya (Sebelum diketahui terdampar oleh warga setempat) lantaran terbelit jaring sehingga sulit bergerak di perairan.

"Indikasi awal, paling kuat karena ikan paus itu terjerat jaring. Karena pada saat tertangkap ada jaring gilmet di badan ikan. Jaringnya terbelit dan mengakibatkan ikan paus itu tidak bisa berenang dan mati. Karena arus, sehingga terdampar di pesisir pantai," katanya.

Hariyadi juga mengatakan, kejadian tersebut bukan kali pertama terjadi di perairan Kabupaten Mimika. Sebelumnya hal yang sama juga telah terjadi di daerah pesisir Mimika lainnya.

"Di Timika sudah beberapa kali terjadi. Kalau masyarakat pesisir Moroga, Timika Pantai, Atuka, mereka itu sudah tau. Karena beberapa tahun sudah terjadi sebelumnya. Ikan paus inikan menjelajah samudra, tidak hanya di satu tempat. Jenis ikan ini, paus bryde ada ditengah-tengah dunia. Seluruh Indonesia ada," ujar Hary. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment