Bangkai Ikan Paus yang Kembali Ditemukan Terdampar, Dikubur

Bagikan Bagikan
 Warga Kampung Timika Pantai menggali lubang untuk mengubur bangkai Paus. (foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) - Bangkai ikan Paus berukuran kurang lebih 10 ton kembali ditemukan nelayan terdampar dibibir pantai Kampung Timika Pantai, Distrik Mimika Tengah pada Kamis (11/4). Paus dengan jenis bryde ini diperkirakan telah mati beberapa hari sebelumnya sejak ditemukan, sebab kondisinya sudah terkelupas dan menimbulkan bau tidak sedap.

Menyikapi penemuan bangkai Paus yang terdampar di bibir pantai, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Mimika bersama tim Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) dan masyarakat setempat melakukan penanganan, dengan cara mengubur bangkai Paus didekat lokasi ditemukan, Jumat (12/4).

Paus berkukuran 8,40 meter dengan lebar 1,75 meter itu dipindahkan oleh petugas bersama-sama dengan warga ke lokasi penguburan, hal itu dilakukan setelah dilakukan koordinasi antara Polairud bersama tim PSDKP.

Pantauan Salam Papua di Kampung Timika Pantai, bangkai Paus dikubur ke dalam lubang yang sudah digali menggunakan sekop oleh petugas dan warga selama tiga jam lebih. Selain itu, pada bangkai Paus diberikan pemberat kurang lebih 100 kantong pasir yang dimasukkan ke dalam karung guna mengantisipasi pasir dibibir yang menimbun Paus tidak terbawa air laut ke pantai.

Agus, salah seorang warga setempat menerangkan bahwa, bangkai Paus ditemukan oleh nelayan saat hendak menjaring. Setibanya dibibir pantai, nelayan tersebut melihat Paus sudah berada dibibir pantai dengan mengeluarkan bau yang menyengat.

"Warga kemudian melapor ke Kadistrik (Kepala Distrik) tentang kejadian itu untuk segera ditangani," ujarnya ketika ditemui Salam Papua.

Sedangkan Sekretaris Kampung Timika Pantai, Mika Maniyu, mengatakan Paus tersebut merupakan yang kedua terdampar di kampung itu, yang mana pada 2 April 2019 seekor Paus dengan jenis yang sama juga ditemukan nelayan terdampar dibibir pantai.

"Tidak ada bekas luka sama sekali ataupun jaring yang terbelit di tubuh Paus. Beda dengan yang sebelumnya, ukurannya lebih besar dan ditemukan dalam kondisi terbelit jaring," ujar Mika sembari menyampaikan terima kasih atas upaya penanganan yang dilakukan Polairud Polres Mimika dan tim PSDKP. 
Bangkai Paus Bryde yang kembali ditemukan nelayan dibibir pantai Kampung Timika Pantai. (Foto-Salma)
"Yang pertama sudah ditenggelamkan beberapa waktu lalu dan yang sekarang sudah dikubur. Masyarakat mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak pemerintah dalam hal ini dinas perikanan dan kepolisian yang dengan sigap cepat merespon," imbuhnya.

Terkait hal tersebut, Kepala PSDKP, Hariyadi, melalui stafnya, Aris, meminta kepada masyarakat setempat untuk segera melapor jika terjadi hal-hal yang mencurigakan. Bahkan, Ia pun mengatakan belum dapat memastikan penyebab kematian dua ekor Paus yang terjadi belakangan ini.

"Kerja sama itu diperlukan. Jika menemukan hal-hal mencurigakan termasuk ditemukannya dua ekor Paus belakangan ini," ujarnya.

"Belum bisa dipastikan. Harus dilakukan uji laboratorium. Karena selain disini, juga ada Paus yang ditemukan warga di Kampung Ipaya," katanya.

Sementara itu Kasat Polairud Polres Mimika, Iptu J. Limbong mengatakan upaya cepat penanganan bangkai Paus dilakukan guna mengantisipasi adanya gangguan kesehatan yang ditimbulkan akibat cairan yang mulai dikeluarkan bangkai Paus.

Selain itu, terkait adanya informasi bahwa warga di Distrik Amar juga menemukan seekor Paus terbelit jaring dan sempat beredar video terkait hal itu, pihaknya belum bisa memastikan kebenarannya. Bahkan, Ia pun mendapat laporan dari warga terkait adanya informasi nelayan menemukan Paus terbelit jaring di perairan Kampung Paripi, Distrik Amar.

“Kita belum bisa pastikan soal itu. Memang ada videonya, saya juga mendapat laporan dari warga. Tapi kita belum bisa pastikan apakah itu kejadiannya di perairan Mimika. Tadi setelah menangani Paus yang di Timika Pantai, karena waktu sudah mendekati malam sehingga tidak memungkinkan kita untuk mengecek itu ke arah Kokonao. Tapi yang jelas besok kami upayakan mengecek itu, benar atau tidak informasi itu,” terang Iptu J. Limbong saat menghubungi Salam Papua, Jumat malam. (Salma/Saldi)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment