Bantuan Untuk Warga Yang Tidak Bisa Membaca Harus Didampingi Dua Saksi Parpol

Bagikan Bagikan
logo Pemilu 2019.(Istimewa)

SAPA (TIMIKA) – Seorang Caleg DPRD Mimika meminta kepada KPU dan Bawaslu Mimika agar KPPS,PPS dan Linmas  yang membantu warga yang tidak bisa membaca saat mencoblos di tempat pemungutan suara (TPS) harus didampingi dua orang saksi Parpol atau Caleg di TPS tersebut, untuk memastikan warga tersebut mencoblos sesuai nama capres-cawapres, nama partai atau nama caleg yang disebutkan.

“Kalau warga yang tidak bisa membaca hanya didampingi seorang petugas di TPS, maka bisa terjadi warga tersebut menyebut nama capres-cawapres, nama partai atau caleg lain, namun yang diarahkan oleh petugas TPS lain. Bisa jadi oknum petugas TPS tersebut mengelabui warga tidak bisa membaca tersebut untuk menguntungkan pasangan capres-cawapres, parpol atau caleg tertentu. Tapi kalau didampingi dua saksi parpol atau caleg, maka bisa dipastikan tidak terjadi tipu menipu dan warga yang tidak bisa membaca tersebut mencoblos nama capres-cawapres, nama partai atau nama caleg yang disebutkan,” kata Caleg tersebut ketika menelpon Redaksi Salam Papua, Selasa (16/4) malam.

Caleg yang tidak bisa disebutkan nama dan partai karena akan melanggar aturan kampanye ini, sependapat dengan apa yang disampaikan Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Mimika Petrus Lewa Koten yang meminta KPPS, PPS dan Linmas bekerja jujur dan sangat  tidak diperbolehkan menjadi tim pemenangan dari parpol atau caleg tertentu. Karena akan merusak hasil Pemilu dan dapat memicu konflik.

“Baik dan buruknya penyelenggaraan agenda negara ini ada di tangan KPPS, PPS dan Linmas. Tugas yang dipercayakan saat ini adalah tugas negara.Jadi KPPS, PPS dan Linmas harus bekerja jujur dan adil, bersih dari money politics, bersih dari praktek memenangkan pihak tertentu, baik itu capres-cawapres, parpol atau caleg,” katanya.

 Caleg tersebut KPU dan Bawaslu harus memastikan KPPS, PPS dan Linmas didampingi dua saksi parpol atau caleg. Bila warga yang tidak bisa membaca lebih dari satu orang maka harus melibatkan semua saksi parpol dan caleg yang ada di TPS tersebut.

“Oknum KPPS, PPS dan Linmas juga manusia, punya banyak teman, jadi bisa saja mereka membawa kepentingan pribadinya ketika membantu warga yang tidak bisa membaca melakukan pencoblosan. Karena itu bila didampingi dua saksi parpol atau caleg, bisa mencegah kepentingan pribadi dari KPPS, PPS dan Linmas, “ katanya.

“Saksi-saksi parpol dan caleg yang ada di TPS juga harus proaktif melibatkan diri, menyampaikan ke penanggung jawab TPS bahwa mereka harus mendampingi, tidak boleh tidak, untuk memastikan warga yang tidak bisa membaca tersebut mencoblos sesuai nama capres-cawapres, nama parpol atau caleg yang disebutkan. Jika petugas KPPS, PPS dan Linmas mengarahkan tidak sesuai yang disebutkan maka harus diprotes secara terbuka dan dibuat berita acaranya di TPS,” ujarnya menambahkan. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment