Banyak Masyarakat Tidak Bisa Membaca, Tidak Tahu Siapa Caleg yang Akan Dipilih

Bagikan Bagikan
Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kabupaten Mimika, Katerina Sawei.(Foto-Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Pemilihan Umum serentak untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden  dan Pemilihan Legislatif (Pileg)  akan dilaksanakan pada Rabu 17 April mendatang. Namun sampai saat ini, banyak masyarakat yang belum  mengetahui calon anggota legislative (Caleg)  yang akan dipilih  karena tidak bisa membaca atau buta huruf.

Hal tersebut diungkapkan  Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika, Katerina Sawei  kepada Salam Papua, Jumat (5/4).

Katerina menjelaskan, pihaknya mengetahui hal tersebut pada saat turun ke lapangan, Jumat (5/4)   membagikan stiker dan brosur kepada masyarakat sebagai ajakan untuk memilih pada Pemilu 17 April mendatang. Kegiatan bagi- bagi stiker dan brosur tersebut dilakukan di lampu merah SP2, depan Bank Papua, pangkalan ojek, pangkalan rental taxi, kios- kios  dan masyarakat yang dijumpai di  jalan.

“Pada saat kami turun lapangan itu,  kami selain membagikan stiker dan brosur kami juga sempat berbincang- bincang dengan masyarakat yang ada  tentang pemilihan ini, dan ada banyak warga yang menjawab tidak tahu siapa yang akan dipilih karena tidak tahu membaca,”ungkap Katerina.

Dia menjelaskan, umumnya masyarakat mengetahui bahwa pada 17 April ada Pemilu. Namun yang menjadi kendala adalah tidak bisa membaca nama-nama calon legislative, karena pada saat  pemilu untuk calon legislatif tidak ada foto tapi ada nama saja.  

Menut Katerina, masyakat di kota saja banyak yang tidak bisa membaca apalagi masyarakat yang ada di kampung- kampung  pedalaman.

“Ibu Jalida seorang pemilik toko di Jalan Bhayangkara mengaku belum mengetahui  sosok- sosok caleg yang akan dipilihnya. Namun untuk nama Capres ia mengaku sudah mengetahuinya melalui media sosial,” kata Katerina. 
Pedagang Pentolan Bapak Sugiono.(Foto-Jefri Manehat)
Hal serupa juga diungkapkan Sugiono pedagang pentolan yang ditemui Salam Papua  di area pasar Lama.

“Untuk Presiden saya tahu, tapi untuk calon DPR dan DPRD saya  tidak tau,  karena selama ini yang datang itu hanya para ti

m dari caleg. Saya belum tau caleg siapa yang akan saya pilih,” tutur Sugiono.

Sementara itu seorang pedagang sayur di Pasar Lama, Mama Yuliana Gobai mengaku sama sekali tidak mengetahui nama-nama caleg, karena tidak bisa membaca. Yang ia tahu adalah Calon Presiden, tahu dari fotonya.

Permasalahan masyarakat pemilih tidak bisa membaca memang menjadi kendala tersendiri yang sangat sulit diatasi. Masalah ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah agar pada Pemilu-Pemilu mendatang kendala tersebut tidak ada lagi. Karena mau dilakukan sosialisasi dengan cara apa pun, kalau masyarakat tidak bisa membaca, hasilnya tentu tidak maksimal. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment