BNNK Mimika Musnahkan 5,80 Gram Sabu Asal Makassar

Bagikan Bagikan
Pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu.(Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika, Senin (8/4) memusnahkan barang bukti narkoba jenis sabu yang didatangkan dari Makassar, Sulawesi Selatan seberat 5,80 gram. Barang bukti tersebut dikemas dalam 12 bungkus plastik klip.

Kasus ini terungkap ketika tim BNNK Mimika melakukan penyelidikan dan menangkap tersangka RI alias Iccang di Jalan Budi Utomo ujung, depan gudang Dwi Koala, pada 16 Maret lalu. 

Plt Kepala Seksi Pemberantasan BNNK Mimika, Aiptu Hengkyi Fenetruma mengatakan, pengungkapan kasus tersebut setelah tim BNN melakukan penyelidikan terhadap tersangka berinisial IC alias Iccang di Jalan Budi Utomo ujung pada 16 Maret lalu.

 “Saat dibekuk pelaku sedang melakukan transaksi didapati satu paket. Saat diperiksa terdapat empat paket di dompet. Kemudian dari hasil keterangan didapati tujuh paket di rumah pelaku, “ ujarnya dalam konferensi pers pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu di Kantor BNNK Mimika.

Dikatakan, pelaku merupakan jaringan narkoba baru di Timika. Dimana, saat itu IC hendak mengantar satu paket plastik narkotika kepada seorang pemesan.

“Ada kurir yang datang langsung mengantar barang tersebut diserahkan ke pelaku kemudian kembali. Ini yang menjadi kendala karena setelah menyerahkan barang, pelaku utama langsung  kembali ke Makassar. Namun kita sudah mengantongi identitas dan alamat pelaku di Makassar. Dan kita tetapkan DPO terhadap kurir berinisial SF yang masih buron di Makassar, “ jelasnya. 

Dari jumlah barang bukti tersebut, disisihkan 1,4 gram untuk hasil forensik dan bukti kepada kejaksaan. Pelaku IC terbukti menjual narkoba jenis sabu dan terbukti positif sebagai pengguna narkotika jenis sabu berdasarkan hasil pemeriksaan urine.

Atas hal tersebut, IC diganjar dengan pasal berlapis yakni pasal 112 ayat (2) dan ayat (1) jo pasal 127 ayat (1) huruf (a) UU No 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

“Selain menjual, pelaku juga terbukti sebagi pengguna sehingga dikenakan sanksi pasal berlapis dengan ancaman 5 tahun penjara,” ujar Hengky. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment