BPJS Ketenagakerjaan Jayapura Bayarkan Klaim Sebesar Rp11,5 Miliar

Bagikan Bagikan
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Jayapura Adventus Edison.(Foto-Bisnis Papua)

SAPA (JAYAPURA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Papua Jayapura membayarkan klaim sebesar Rp11,5 miliar pada triwulan pertama yakni dari Januari hingga Maret 2019 untuk 1.053 kasus tercatat dari empat manfaat yang ada.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Jayapura Adventus Edison, di Jayapura, Senin (15/4), mengatakan dari angka seribuan tersebut, terdiri dari 883 kasus jaminan hari tua (JHT), 28 kasus jaminan kematian (JKM), 43 kasus jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan 99 kasus jaminan pensiun (JP).

"Pembayaran klaim ini didominasi oleh jaminan hari tua yakni Rp9,7 miliar, di mana hal ini bukan orang yang pensiun akan tetapi berasal dari peserta diputus hubungan kerjanya (PHK), lalu jaminan kematian Rp765 juta, jaminan kecelakaan kerja Rp900 juta dan jaminan pensiun sudah Rp70 juta," katanya.

Menurut Adventus, jadi pembayaran klaim dibandingkan triwulan pertama pada 2018 terdapat kenaikan, yakni jika sebelumnya hanya 400 kasus, kini mencapai 1.053 kasus.

"Untuk rincian pembayarannya yakni JKM Rp417 juta dengan 17 kasus, JHT Rp9,5 miliar dengan 811 kasus, JKK Rp443 juta dengan 17 kasus dan JP Rp22 juta dengan 42 kasus," ujarnya.

Dia menjelaskan jika dipresentasikan, pembayaran klaim triwulan pertama 2019 mencapai 110 persen, sedangkan untuk jumlah kasusnya mencapai 120 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jadi triwulan ini kami membayar agak tinggi dan masih wajar karena adanya kenaikan bunga tabungan, lalu terdapat tambahan manfaat di mana sebelumnya kecil lalu tahun ini ada kenaikan dan selanjutnya akan meningkat," katanya.

Dia menambahkan kenaikan pada manfaat bagi peserta terjadi setiap tahun, misal untuk pembayaran beasiswa dalam setahun Rp 12 juta diprediksi dengan peraturan baru maka akan naik lagi, hal yang sama juga berlaku pada jaminan kematian, di mana sebelumnya hanya Rp24 juta kini menjadi Rp 30 juta. (Antara)  
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment