Caleg Yang Terbukti ‘Serangan Fajar’ Akan Didiskualifikasi

Bagikan Bagikan
Komisioner Bawaslu Papua Divisi Humas, Ronald Manoach. (Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) – Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua, Ronal Manoach menegaskan peserta Pemilu atau caleg yang terbukti melakukan 'serangan fajar' atau politik uang akan didiskualifikasi.

“Tapi itu harus dibuktikan terlebih dahulu. Jika sudah inkrah, kemudian KPU memutus mencoret yang bersangkutan dari daftar peserta Pemilu,” ujarnya kepada Salam Papua melalui pesan singkat WhatsApp, Selasa (16/4).

Dikatakan, hal tersebut sesuai dengan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 286 Ayat 1-4. Dimana selain pelaku, penerima uang serangan fajar juga bisa dikenai jeratan hukum. Untuk itu, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat di masa tenang untuk mencegah terjadinya politik uang.

“Nanti akan ada secara serentak kita meminta jajaran kita melakukan patroli pengawasan. Salah satunya adalah menolak politik uang,” katanya.

Berikut, bunyi UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 286 Ayat 1-4 :

(1)   Pasangan calon, calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, DPRD kabupaten/kota, pelaksana kampanye, dan/atau tim kampanye dilarang menjanjikan dan/atau memberikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi penyelenggara Pemilu dan/atau Pemilih.

(2)   Pasangan calon serta calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota yang terbukti melakukan pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan rekomendasi Bawaslu dapat dikenai sanksi administratif pembatalan sebagai pasangan calon serta calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota oleh KPU.

(3)   Pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) merupakan pelanggaran yang terjadi secara terstruktur, sistematis, dan masif.

(4)   Pemberian sanksi terhadap pelanggaran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak menggugurkan sanksi pidana. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar: