Diberi Pemberat 100 Karung Pasir, Bangkai Paus Bryde Ditenggelamkan

Bagikan Bagikan
Bangkai ikan paus ditarik ke laut mengggunakan kapal patroli milik Satuan Polisi Perairan Udara (Pol Airud).(Foto-Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Bangkai ikan paus jenis Bryde dengan panjang 10,4 meter dan diameter 5 meter lebih yang terdampar di Kampung Timika Pantai pada Selasa (2/4) lalu berhasil ditenggelamkan di laut menggunakan pemberat berupa 100 buah karung 20 kg berisi pasir, Sabtu (6/4).

Sebelum ditenggelamkan, paus tersebut ditarik terlebih dahulu ke laut mengggunakan kapal patroli milik Satuan Polisi Perairan Udara (Pol Airud), kapal patroli PSDKP.

Kasatpol Airud Iptu J Limbong mengatakan, proses evakuasi dilakukan bersama Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kabupaten Mimika. Dimana bangkai paus tersebut diberi pemberat 100 karung dan  diikat menggunakan jaring.

“Sudah sangat bau karena bangkai itu sudah ditemukan sejak Sabtu (2/4) lalu. Kami memohon ijin kepada masyarakat dan bersama-sama tiim menenggalamkan bangkai tersebut agar masyarakat bisa leluasa melakukan aktivitasnya sehari hari sebagai nelayan dan maupun aktivitas lainnya diperairan  Timika Pantai,” ujarnya ketika ditemui Salam Papua di Kantor Pelayanan Polres Mimika, Jalan Cenderawasih, Senin (8/4).

Sementara itu, Kepala PSDKP, Hariyadi menjelaskan ikan paus tersebut ditenggelamkan di laut mengingat kondisi tanah di sekitar kampung yang berpasir dan membutuhkan alat berat sehingga tidak dapat dikubur.

“Dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan. Kalau perutnya pecah, dan meledak mengeluarkan gas kan bahaya,”ujarnya ketika ditemui beberapa waktu lalu. 
Proses penenggelaman bangkai ikan paus.(Foto-Istimewa)
Sebelumnya diketahui bahwa pada Selasa (2/4) sektar pukul 11.00 WIT personil Satpolairud yang melaksanakan piket menerima informasi dari warga tentang adanya penemuan bangkai ikan paus di Timika Pantai, Distrik Mimika Tengah.

Menindaklanjuti hal tersebut Kasat Polairud melakukan koordinasi dengan PSDKP selanjutnya menuju Timika Pantai dengan menggunakan kapal patroli satpolairud.

Saksi atas nama Etmundus Menayau, seorang nelayan (64) warga Kampung Timika Pantai Distrik Mimika Timur Tengah menerangkan bahwa pada Selasa (2/4) sekitar pukul 06.00 WIT, saksi bersama istrinya sedang menuju tempat parkiran perahu di bibir kali kampung Timika Pantai dan menemukan ikan paus tersebut sudah berada di tepi darat dalam keadaan bengkak dan mengeluarkan bau menyegat.

Menurut Etmundus, ikan tersebut terbawa oleh air pasang dari laut pada malam harinya dan terdampar di muara kali kampung Timika Pantai.

Setelah mengetahui peristiwa tersebut Etmundus memberitahukan kepada Kadistrik Mimika Tengah dan warga setempat.

Diketahui, hasil dari olah tempat kejadian perkara (TKP), panjang ikan tersebut 10,40 M. Diameter badan 5,40 M. Rahang atas 1,67 M. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment