Distanbun Perluas Areal Perkebunan Kopi dan Kelapa

Bagikan Bagikan
Kepala Distanbun Mimika, Yohana  Paliling.(Foto-Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Mimika, perluas areal perkebunan kopi dan kelapa yang ada di daerah pegunungan maupun pantai.

"Tahun lalu itu kita ada perluasan  areal  Kopi di Distrik Tembagapura  dan Agimuga, Jita,  dan Kuala Kencana, Hoya selain perluasan ada juga pemeliharaan terhadap kopi- kopi yang  sudah  ditanam tahun sebelumnya, karena kopi  merupakan tanaman jangka panjang sehingga   harus  dipelihara," ungkap  Kepala Distanbun Mimika, Yohana  Paliling saat ditemui di Ruang Kerjanya di Kantor Pertanian dan Perkebunan, Jalan Poros Mapurujaya KM 7, Kamis (11/4)

Artinya kopi yang ditanam  tidak hanya ditanam  begitu  saja  namun harus  dijaga, dirawat atau dipelihara,  peliharaan hingga pada waktu  panen. Dana tanaman yang telah  mati harus  di sulam kembali  untuk  menggantikan 

dijelaskan Yohana perluasan daerah perkebunan kopi di Hoya sebesar 10 Hektar yang mana langsung dari Propinsi, sedangkan perluasan perkebunan kopi pada Distrik Tembaga Pura (5 Ha), Kuala Kencana, Agimuga (15 Ha) serta Jita merupakan dana dari Otonomi Khusus (Otsus)

Kopi yang ditanami adalah kopi jenis arabika pada daerah dingin, kalau pada Agimuga dan sekitarnya ditanami kopi jenis robusta. Kata Yohana sasaran kopi arabika adalah untuk ekspor, dan kopi rebusta akan dikonsumsi  sendiri

Bibit kopi tersebut Yohana merupakan bibit dari petani yang ada di Timika dan bukan bibit dari luar. Bibit tersebut juga bagi kelapa, pinang, coklat merupakan bibit dari para petani  penangkar  bibit

Kalau kelapa  kita belum ada perluasan arealnya, yang ada kita hanya pemeliharaan. Perluasan eral perkebunan kepala  terjadi pada tahun 2017 yang lalu pada Daerah Uta, Distrik Mimika Timur Jauh, Distrik Mimika Tengah

Dinas menyediakan bibit kelapa sebanyak 10.000 anakan kelapa, dan tahun 2019 pada Kabupaten Mimika ditetapkan oleh Propinsi menjadi pusat pembibitan kelapa  dan dari Dirjen Perkebunan menetapkan Mimika menjadi tahun benih sehingga sebisa mungkin akan ditanami bibit yang banyak dan akan diarahkan kepada petani untuk ditanami

Dalam setiap tahunnya, pelatihan kepada masyarakat  dalam mengolah hasil perkebunan selalu dilakukan baik itu perkebunan kelapa maupun perkebunan kopi

Terhadap Kopi dan Kelapa  kata Yohana  dalam dua tahun terakhir  ini telah  disiapkan anggaran  untuk membeli  bahan baku  dari masyarakat lalu diolah dan dijual

"Untuk fasilitas  pengolahan kopi dan kepala  kita sudah  siapkan,  sehingga  berapapun yang dibawa  masyarakat  kita akan beli, dan kita bantu dalam pengolahan karena masyarakat belum  punya peralatan itu ," ungkapnya

Mesin  yang diperbantukan kepada  masyarakat pengolah kopi hanyalah mesin  pengupasan kulitnya, karena pada saat  ini produksi  kopi masih  tergolong  sedikit dan untuk meningkatkan perkebunan  kopi pada tahun lalu ( 2018) dan diharapkan kepada masyarakat yang telah adilatih bisa berjalan, karena kita tidak hanya melatih namun juga memberikan bantuan berupa peralatan untuk mengolahnya. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment