Jajaran Lanud Yohanis Kapiyau Timika Peringati HUT TNI AU Ke 73

Bagikan Bagikan
Danlanud Yohanis Kapiyau memeriksa pasukan pada upacara peringatan HUT TNI AU ke-73. (Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) – Jajaran Pangkalan Udara (Lanud) Yohanis Kapiyau Timika menggelar upacara peringatan hari jadi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) ke 73, Selasa (9/4). Kegiatan yang dipusatkan di Markas Komando (Mako) Lanud Yohanis Kapiyau itu dipimpin langsung Komandan Lanud (Danlanud) Yohanis Kapiyau, Letkol Pnb Sugeng Sugiharto.

Dalam upacara tersebut, hadir sejumlah pimpinan dan prajurit baik dari TNI AD, TNI AL, Polri serta BNPP dan sejumlah anggota Pramuka Saka Dirgantara.

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Marsekal TNI Yus Sutisna dalam sambutan HUT TNI AU ke 73 yang dibacakan Danlanud Yohanis Kapiyau, Letkol Pnb Sugeng Sugiharto, mengatakan, peringatan ke 73 tahun TNI AU dilaksanakan dengan sederhana mengusung konsep “Pesta Rakyat”, dimana hal itu untuk menunjukkan manifestasi kemanunggalan TNI AU dengan rakyat.

“TNI AU lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat dan hasil-hasilnya dimanfaatkan untuk kepentingan rakyat,” ujarnya Kasau dalam sambutan yang dibacakan Danlanud.

Kasau melalui Letkol Pnb Sugeng Sugiharto juga menyampaikan, capaian yang selama ini telah ditempuh TNI AU untuk tahun 2018 misalnya, dimana tidak ada insiden. Oleh karena itu pihaknya berharap hal tersebut terus berjalan kedepan untuk mengembangkan budaya keselamatan dan nihil (zero) insiden.

Selain itu, Kasau juga mengatakan TNI AU selama ini telah membantu korban atas bencana yang terjadi di Indonesia, misalnya di Lombok dan Palu dengan mengangkut 26.801 orang dan 2.860 ton logistik dalam operasi bantuan tersebut.

Selain itu, pada pelaksanaan latihan Angkasa Yudha 2018, simulasi perang udara dilaksanakan dengan model dua belah pihak dikendalikan, yang mana dilaksanakan dengan memanfaatkan sistem Olah Yudha Seskoau. Hal ini disebut-sebut merupakan milestone bagi TNI AU untuk melaksanakan simulasi dua pihak dikendalikan.

Dikatakan, selama tahun 2018, TNI AU telah melaksanakan pula berbagai program bantuan kesejahteraan prajurit, seperti misalnya program santunan kepada 104 keluarga prajurit yang gugur dalam tugas berupa pemberian beasiswa bagi putra dan putri prajurit hingga lulus kuliah.

“Kami juga mengadakan pembangnan 1.000 rumah prajurit dan tercapai 1.130 rumah, dan akan dilanjutkan dengan rencana pembangunan 2.000 rumah dalam tahun 2019,” katanya.

Kedepan, Kasau juga berharap berjalannya program prioritas TNI AU Iainnya, yakni penyiapan latihan Angkasa Yudha 2019, peningkatan kemampuan night combat, pelaksanaan operasi kehadiran alutsista TNI AU di seluruh wilayah tanah air, serta peningkatan kualitas dan transparansi rekrutmen prajurit. Selain itu juga evaluasi piranti lunak logistik TNI AU yang tidak sesuai, dan berperan aktif dalam penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengelolaan Ruang Udara Nasional (PRUN).

Selanjutnya, selama pesta demokrasi 2019, Kasau mengharapkan seluruh personel TNI AU dapat menjaga soliditas dan sinergitas, baik di internal, antar angkatan, serta antar lembaga pemerintahan termasuk dengan Polri. Juga diharapkan seluruh personel TNI AU harus memegang teguh komitmen netralitas dalam pemilu.

“Dengan itu kami berharap agar prajurit TNI AU dapat melanjutkan perjuangan yang selama ini telah dicapai dengan profesional, militant, dan penuh inovasi. Karyamu akan dikenang dan diteruskan,” tutup Kasau.

Keberhasilan yang telah dicapai pada tahun 2018 merupakan prestasi yang harus dipertahankan dan ditingkatkan oleh segenap prajurit TNI AU pada tahun 2019.

Rangkaian kegiatan upacara ditutup dengan penampilan tarian kolosal perdamaian dibawakan oleh siswa-siswi SMP YPPK yang kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Danlanud untuk diserahkan kepada prajurit termuda dan dilanjutkan acara ramah- tamah. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment