Jelang Pemilu, KPU Gelar Doa Bersama Dipimpin Lima Tokoh Agama

Bagikan Bagikan

Jelang Pemilu KPU Gelar Doa Bersama.(Foto-Acik)
SAPA (TIMIKA) - H-2 pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika menggelar doa bersama demi terlaksananya pemilu yang sejuk dan damai.

Doa bersama ini dipimpin oleh lima tokoh agama yakni Islam, Hindu, Katolik, Protestan dan Budha. Satu persatu perwakilan lima tokoh agama menyampaikan doa agar pelaksanaan pemilu tanggal 17 April di Mimika bisa berlangsung aman dan damai.

Doa ini juga sebagai ungkapan syukur atas penyertaan yang telah dilimpahkan selama tahapan hingga pendistribusian logistik ke seluruh kampung di wilayah pegunungan ataupun pesisir pantai. Diyakini bahwa upaya pelaksanaan pemilu 2019 bisa terselenggara dengan baik atas campur tangan Tuhan.

Ketua KPU Mimika, Indra Ebang Ola mengatakan, tujuan doa bersama ini adalah untuk membangun spiritualitas sebagai hamba Tuhan baik penyelenggara dan seluruh masyarakat Mimika selaku peserta pemilu.

Dalam doa bersama yang dihadiri oleh Perwakilan Pemda, Forkompinda, FKUB, tokoh masyarakat, agama, Caleg dan Parpol ini, Indra mengatakan, meski masih ada kendala cuaca di wilayah pegunungan, tapi hingga saat ini seluruh kebutuhan KPPS, PPS, PPD dan logistik penyelenggaraan pemilu telah disiapkan mencapai 90 persen.

Hal tersebut tentunya berkat penyertaan Tuhan sehingga harus disyukuri dan terus memohon bimbingannya agar penyelenggaraan bisa berjalan aman hingga pesta demokrasi berakhir.

"Selama ini seluruh penyelenggara fokus dengan pendistribusian logistik. Dan penyaluran logistikpun telah mencapai 90 persen. Itu semua boleh berakhir berkat tuntunan Tuhan. Kami sangat berterima kasih atas dukungan seluruh mitra dan masyarakat yang mempercayakan penyelenggaraan pemilu kepada kami karena itu kami tiada hentinya tetap meminta dukungan itu," katanya di Gedung Tongkonan, Senin (15/4).

Saat ini logistik yang tersisa di Graha Eme Neme Yauware, 95 persen adalah kebutuhan dibeberapa distrik yang ada di dalam kota dan akan didistribusikan pada hari H.

Dinamika politik selalu menghadirkan warna, perbedaan dan konflik sehingga perlu haturkan doa bersama agar semua pihak bisa menjaga stabilitas keamanan di Mimika.

Sebagai penyelenggara tentunya menginginkan agar pesta demokrasi tahun 2019 di Mimika bisa berjalan aman. Sebagai penyelenggara, hanya bisa berjanji untuk menjalankan semua tugas dan fungsi dengan menjaga integritas, mengawal seluruh proses perolehan suara baik pleno tingkat distrik maupun tingkat kabupaten.

"Sebagai penyelenggara Pemilu sangatlah berat. Dimana pada tahun ini, kita disuguhkan dengan pemilihan wakil rakyat dan presiden dan wakil presiden. Dimana ada lima surat suara yang nantinya akan dipilih oleh masyarakat," tuturnya.

Ketua Bwaslu Mimika, Yonas Yanampa menyampaikan bawa sebagai penyelenggara telah berupaya melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan dalam mempersiapkan pesta demokrasi tahun 2019. Segala persiapan itu tidak terlepas dari kekurangan-kekurangannya, akan tetapi berkat kerjasama yang solit semuanya bisa terlewatkan.

"Makanya kami bersyukur dan terus berharap dukungan doa bersama sehingga sampai hari H pelaksanaan pemilu bisa berjalan lancar. Doa bersama ini dilakukan untuk menguatkan kerja sama," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika, Ignatius Adii, Dandim 1710/Mimika, Pio Nainggolan dan Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia juga menyampaikan harapan yang sama agar penyelenggaraan pemilu di Mimika bisa berjalan sejuk dan damai. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment