Siaran Langsung Mengenal Caleg DPRD Mimika Mendapat Sambutan Positif Netizen

Bagikan Bagikan
Empat Caleg foto bersama Randy Manurung dan dua moderator oke.(Foto-Rischa Noviastrid)

SAPA (TIMIKA) –  Siaran langsung (live streaming) acara Perkenalan, Pemaparan Dan Penyampaikan   Visi Misi, Adu Ide Dan Gagasan Caleg DPRD Mimika Periode 2019 -2024 di istagram waanal_coffee dan facebook redaksisalampapua@gmail.com yang digelar Selasa (2/4) malam mulai pukul 20.00 WIT dari lantai 2 Waanal Coffee and Resto SP3 Timika mendapat sambutan positif dari para netizen yang juga warga Mimika.


“Salut untuk Salam Papua,” tulis salah satu politikus senior di Papua, Wilhelmus Pigai menanggapi acara live streaming yang baru untuk pertama kali dilaksanakan di Timika ini.

“Selamat berjuang menuju kursi parlemen Kabupaten Mimika,” tulis Pdt Ferdinan Fukubun sebagai dukungan kepada keempat caleg yang mengikuti acara ini.

Dukungan positif dari sekitar seribu netizen, termasuk mengirimkan pertanyaan kepada empat caleg juga disampaikan langsung ke istagram dan facebook. Sayangnya karena keterbatasan waktu, tidak semua pertanyaan dibacakan untuk dijawab dan tidak semua caleg menjawab pertanyaan yang disampaikan netizen.

Acara ini diselenggarakan oleh PT. Waanal Kopi Amiete Papua selaku pengelola Waanal Coffee and Resto SP3 Timika dan PT Papua Media Grafika selaku penerbit SKH Salam Papua dan Website www.salampapua.com dan didukung oleh nelscorner foto and printer service. 
Direktur PT. Waanal Kopi Amiete Papua, Randy Edenz Manurung.(Foto-Rischa Noviastrid)
 Direktur PT. Waanal Kopi Amiete Papua, Randy Manurung menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Mimika, secara khusus kepada puluhan pendukung caleg dan ribuan netizen yang ikut berpartisipasi dan memberi bobot positif pada acara ini.

“Terima kasih juga kami sampaikan kepada Kapolres Mimika yang ikut mendukung dan mengizinkan terselenggaranya acara ini. Juga kepada Komandan Brigif 20 IJK Timika, Kepala BIN Timika, Dandim Mimika dan pihak penyelenggara Pemilu di Mimika,” kata Randy.

Randy mengharapkan dukungan yang sama pada acara  live streaming selanjutnya pada Kamis 4 April, Sabtu 6 April, Selasa 9 April, Kamis 11 April dan Sabtu 13 April.

Acara live streaming yang mengusung tema ‘Menilai Caleg Dari Spanduk Saja Tidaklah Cukup’  ini dipandu oleh Penanggung jawab Waanal Coffee and Resto, Lumongga Manurung dan Pimpinan Umum (PU) Pemimpin Redaksi Surat Kabar Harian (SKH) Salam Papua, Yulius Lopo.

Empat Caleg DPRD Mimika yang tampil di acara perdana ini adalah Dennos Gwijangge, Caleg Partai Demokrat, Daerah Pemilihan (Dapil) 2 Nomor urut 3, Saleh Alhamid, Caleg Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Dapil 2, nomor urut 1. Munawir Yakub, Caleg Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Dapil 3, nomor urut 1 dan Suraya Madubun, Caleg dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dapil 3, nomor urut 1.

Dihadiri oleh puluhan pendukung masing-masing empat caleg (karena tempat acara yang terbatas -Red),  acara ini diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan penyampaian tata tertib. Acara ini berlangsung selama lima sesi. 
Randy Manurung serahkan cindera mata ke Dennos Gwijangge.(Foto-Rischa Noviastrid)
Pantauan Salam Papua, sesuai dengan penarikan nomor yang dilakukan sebelum acara dimulai, Caleg dari Partai Demokrat, Dennos Gwijangge yang memulai duluan  di sesi pertama, tentang pemaparan profil partai dan caleg serta visi misi caleg yang berlangsung selama lima menit. Dennos Gwijangge menyampaikan, Partai Demokrat memiliki visi misi ialah mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang merata berbasis potensi daerah yang aman dan damai.

“Diantaranya, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Meningkatkan rasa gotong royong dan kebersamaan dalam kehidupan sosial masyarakat. Meningkatkan rasa aman bagi seluruh warga Mimika dalam kehidupan dari ancaman luar maupun dari dalam daerah Mimika. Meningkatkan pelayanan public dan good government di Mimika. Meningintegrasikan modal ekonomi kerakyatan dalam pembangunan ekonomi daerah,” kata Dennos.

Saleh Alhamid, Caleg yang juga Ketua Partai Hanura Mimika yang mendapat nomor undian dua dalam acara ini,  menyampaikan visi dan misinya sebagai Caleg adalah Penyambung lidah rakyat. Hal ini mengartikan dirinya selalu siap melayani dan meneruskan aspirasi rakyat.

Saleh yang saat ini menjabat Ketua Komisi A DPRD Mimika mengatakan, Hanura adalah hati nurani rakyat. Karena itu, misi Hanura adalah terwujudnya kemandirian bangsa serta visinya adalah kesejahteraan rakyat. Selain itu, juga mewujudkan pemerintahan yang bersih atau anti korupsi. 
Randy Manurung serahkan cindera mata ke Saleh Alhamid.(Foto-Rischa Noviastrid)
Saleh menegaskan, korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) bagi Hanura adalah momok yang menakutkan. Hanura juga berharap akan melahirkan pimpinan-pimpinan yang bertaqwa kepada Tuhan yang maha Esa, jujur dan berkemampuan dalam menjalankan tugas-tugas yang mengedepankan hati nurani. Menegakan hak dan kewajiban manusia menuju  kepada hak asasi manusia (HAM). Membangun SDM yang berakhlak mulia, sehat jesmani, rohani, terampil dan berwawasan nasional. Memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada kaum perempuan agar memiliki posisi strategis dalam membangun bangsa. Memanfaatkan otonomi daerah untuk lebih maju dan memicu percepatan pembangunan di seluruh Indonesia guna memperkokoh NKRI. 

” Menegakan hak dan kewajiban manusia menuju  kepada hak asasi manusia (HAM) dalah salah satu yang menjadi sorotan dalam persoalan bangsa. Di mana persoalan HAM merupakan sesuatu yang harus dikedepankan. Sedangkan pemberantasan KKN itu adalah menjadi target Hanura,” tutur Saleh.

Suraya Madubun yang mendapat nomor undian 3 di acara ini, pada sesi pertama menyampaikan, PSI merupakan partai yang paling milenials karena segala macam urusan tentang PSI selalu ada dalam media sosial (medsos). Sebagai partai yang mengusung slogan partai anak muda dan kaum perempuan, PSI memiliki banyak visi misi.

Diantaranya,  kata Dosen Universitas Timika (UTI) ini ialah anti korupsi dan intoleransi. Hal ini dibuktikan bahwa PSI adalah satu-satunya partai tidak mengusung caleg yang merupakan mantan koruptor dalam Pemilu tahun ini. Untuk mewujudkan hal itu, diluncurnya aplikasi solidaritas untuk mengontrol semua anggota legislatif PSI agar wajib melaporkan seluruh kegiatannya setiap hari secara live di medsos serta wajib mempertahankan loyalitas dan integritasnya kepada partai. 
Randy Manurung serahkan cindera mata ke Suraya Madubun.(Foto-Rischa Noviastrid)
Untuk intoleransi menurut Suraya, PSI akan selalu berada  di garda terdepan untuk mencekal segala bentuk tindakan atau Peraturan Daerah (Perda) yang kemudian menimbulkan intoleransi di Indonesia. Selain itu, sebagai patainya Perempuan dan anak muda, PSI siap melaksanakan segala program yang memberdayakan kaum perempuan, memperjuangkan diberlakukannya larangan poligami bagi pejabat eksekutif, legislatif dan yudikatif serta aparatur sipil negara (ASN). Mendorong adanya aturan agar mengalokasikan anggaran untuk mendirikan tempat-tempat penitipan anak bagi kaum perempuan pekerja. Mendorong perempuan-perempuan yang memang tidak bekerja di luar rumah utnuk memanfaatkan gadget dalam menjalankan bisnis rumahan.

Sedangkan bagi kaum muda atau anak-anak milenial, PSI akan menjalankan beberapa program diantaranya, menegakkan pajak bagi kaum muda. Memperjuangkan internet gratis dan meningkatkan skill.

“Sebagai caleg dari PSI, dalam mengaplikasikan semua visi misi itu, saya akan membuka satu rumah aspirasi untuk menampung segala aspirasi masyarakat Mimika. Nanti saya akan kolaborasikan dengan dana reses setahun sekali,” tuturnya.

Selanjutnya Munawir Yakub yang mendapat nomor 4 memaparkan, Perindo memiliki slogan yang sangat jelas menuju Indonesia yang  sejahtera. Untuk mewujudkan Indonesia yang sejahtera, Perindo akan menggenjot dari bawah melalui pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) karena di Indonesia hanya ada sebagian kecil yang merupakan pengusaha. 
Randy Manurung serahkan cindera mata ke Munawir Yakub.(Foto-Rischa Noviastrid)
Khusus di Mimika menurut Munawir, Perindo telah melakukan beberapa kegiatan yang dimulai dari fogging nyamuk selama kurang lebih dua tahun. Hal ini dilakukan untuk membantu pemerintah dalam memberantas  penyakit malaria. Dengan demikian, Perindo tidak lagi membicarakan langkah-langkah di masa yang akan datang, tetapi telah memulainya.

Selain itu, Perindo telah menyalurkan bantuan-bantuan ke beberapa pengusaha khususnya pengusaha lokal yaitu membagikan lapak pinang kepada mama-mama Papua. Pembagian lapak pinang ini dikarenakan Perindo ingin mengangkat perekonomian di Mimika dari skala terbawah. Sebab, Indonesia tidak akan mungkin bisa sejahtera jika yang paling bawah tidak disejahterakan. Selanjutnya, berdasarkan namanya, Perindo akan terus menjaga persatuan Republik Indonesia (RI).

“Itu visi misi yang Perindo utamakan. Perindo mengutamakan kearifan lokal. Itu berarti kalau saya jadi anggota Dewan maka saya akan mengikuti apa yang diinginkan partai dalam membangkitkan wira usaha di Mimika,” tutur anggota DPRD Mimika periode 2004-2009 ini.
Usai menyampaikan visi misi, acara ini dilanjutkan dengan sesi Caleg menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh para panelis yakni Atanasisus Allo Rafra yang menanyakan apa upaya dan langkah yang dilakukan setiap caleg untuk membebaskan masyarakat khususnya yang berada di pedalaman dari berbagai macam belenggu yang  sulit berkembang dan terbebas dari kemiskinan serta hal lainnya.

Pertanyaan dari Wakil Direktur Institut Politeknik Amamapare Mimika, Jimy Rungkat.
Pertanyaan dikaitkan dengan belum masksimalnya perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dalam memperhatikan perguruan tinggi di Mimika.

Setiap caleg peserta debat diminta agar bisa menyampaikan apa sumbangsi yang akan dilakukan kepada setiap perguruan tinggi di Mimika jika kelak terpilih menjadi anggota Dewan Mimika.

Selanjutnya ialah pertanyaan dari PU SKH Salam Papua, Yulius Lopo yang menanyakan apa upaya dari setiap caleg jika terpilih dan menjadi anggota Dewan, upaya dan langkah apa yang akan dilakukan untuk mencegah konflik antarsuku, menegakan hak asazi manusia (HAM) dan hukum positif di Kabupaten Mimika. 
Empat Caleg yang tampil pada Acara Live Stream Mengenal Caleg DPRD Mimika.(Foto-Rischa Noviastrid)
Sesi selanjutnya, tanya jawab antar caleg peserta berlangsung seru, karena Caleg bebas bertanya satu pertanyaan hanya ke salah satu Caleg dan setelah Caleg yang ditanya menjawab, Caleg yang bertanya menanggapi jawaban tersebut.  Pada sesi ini, Caleg Partai Perindo Dennos Dwijangge bertanya ke Munawir Yakub, Caleg dari Partai Perindo. Setelah itu Saleh Alhamid dari Partai Hanura juga bertanya kepada Munawir Yakub, disusul Suraya Madubun bertanya ke Saleh Alhamid. Karena mendapat pertanyaan yang cukup kritis dari Saleh Alhamid, giliran bertanya dari Munawir Yakub digunakan untuk ‘balas dendam’ dengan pertanyaan yang kritis juga kepada Saleh Alhamid.

Pada sesi keempat,  sesi tanya jawab caleg dengan netizen, khusus ketika menjawab sejumlah pertanyaan dari netisen yang menyaksikan live streaming ini,  sama seperti ketika menjawab pertanyaan caleg dalam sesi ketiga,  empat caleg ini terlihat sangat percaya diri, memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, mampu menjawabnya secara jelas. Empat caleg ini layak dipilih masyarakat dalam Pemilu 17 April mendatang. Netizen yang pertanyaan dibacakan dalam sesi ini antara lain Welhelmus Pigai, Pdt. Ferdinan Hukubun dan Erich Welafubun.

Acara debat diakhiri dengan pernyataan penutup dari empat caleg peserta debat yang masing-masing mengajak seluruh masyarakat wajib pilih di Mimika agar ikut berpartisipasi dalam menyampaikan hakl pilihnya dalam pemilihan wakil rakyat di DPRD, DPD, DPR RI termasuk Pemilihan Presiden di tanggal 17 April.

Masing-masing caleg juga mengharapkan agar masyarakat Mimika bisa menentukan pilihan berdasarkan hati nurani tanpa adanya desakan dari orang lain sehingga pelaksanaan Pemilu serentak di Mimika bisa berjalan aman dan damai.

Acara diakhiri penyerahan cindera mata dari Nelscorner kepada empat caleg oleh Direktur PT. Waanal Kopi Amiete Papua, Randy Manurung dan foto bersama.  (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment