Kelompok Ibu-Ibu Ikut Pelatihan Pengolahan Hasil Pertanian

Bagikan Bagikan
Kelompok Ibu- Ibu dari Kelompok Kampung Kadun Jaya memperlihakan hasil pengolahan.(Foto-Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Badan penelitian, pengembangan pendidikan dan pelatihan dan informasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI melalui Balai Latihan Masyarakat  Jayapura melakukan pelatihan pengolahan hasil pertanian angkatan ke-II di Kabupaten Mimika, dengan pesertanya adalah kelompok ibu-ibu.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan, Yohana Paliling menjelaskan, pelatihan pengolahan paskah panen, dalam kegiatan tersebut tidak hanya saja teori saja namun juga ada prakteknya, agar meningkatkan  minat kelompok masyarakat yang mana dapat memberikan gambaran kepada masyarakat, bahwasanya masyarakat tidak hanya bisa menanam namun  juga bisa menjual atau dimanfaatkan dengan cara mengolahnya menjadi nilai yang bermanfaat

Dalam pelatihan tersebut diikuti kelompok ibu- ibu dari kampung Mawokau Jaya, kampung Nawaripi, Kampung Mandiri, dan kelompok dari kampung Kadun Jaya

Kelompok- Kelompok yang  ada diharapkan dapat meningkatkan sinergitas, karena  pada kebiasaan yang terjadi  ada kelompok  jalan masing- masing  sehingga  dengan  adanya pelatihan  tersebut  dapat meningkatkan sinergitas, tutur Yohana saat ditemui di Ruang Kerjanya di Kantor Pertanian dan Perkebunan, Jalan Poros Mapurujaya KM 7, Kamis (11/4)

Menurut Yohana,  jika kelompok masyarakat yang ada jika kompak  dan jalan berbarengan maka akan membuahkan hasil yang  baik pula dalam hal pertanian

"Untuk Papua dan Papua Barat,   khusus untuk  pengolahan paskah panen  hasil  pertanian dan perkebunan itu  di skejulkan ada 6 angkatan Pelatihan   dan Di Mimika angkatan ke dua," tuturnya

Tutur Yohana, kegiatan  yang dilakukan selama 5 hari tersebut, 2 hari pelatihan teori  dan 3 hari merupakan praktek langsung  dalam pengolahan hasil  pada pertanian dan perkebunan yang ada.

Pelatihan pengolahan paskah  panen tersebut  kata Kadis  Yohana mengacu pada Motto Gubernur Papua,  Tanam,  Petik , Jual dan Olah. Dalam paskah  panen tutur Yohana semua bidang ada, baik itu bidang Tanaman Pangan, Perkebunan dan Hortikultural.

"Yang ada pada kita saat ini,  tanaman pangan, pengolahan paskah panen  yang sudah  berjalan  adalah  pengolahan tanaman keladi, petatas menjadi keripik- keripik, hanya saja  masih sedikit  masyarakat kita yang  berminat ," ujarnya.

Padahal kata Yohana,   pada tahun sebelumnya Dinas sudah  membantu masyarakat  dengan  memberikan alat pertanian untuk mengolah, namun  tutur Yohana masyarakat belum  produktif  untuk  menanam, menjaga  dan mengolahnya.

Kata Kadis Yohana, yang menjadi  kendala  masyarakat tidak  produktif akibat tidak adanya  persediaan pasar untuk dapat menjual  hasil  panen  ataupun hasil  yang diolah.   Namun Yohana menilai kelompok masyarakat yang ada tidaklah kontinue, karena dalam menjual atau mengolah haruslah continue

"Melihat  akan hal itu makanya sekarang kita ada  sediakan atau bangunan toko ole- ole, bagi masyarakat Kabupaten Mimika yang telah  mengolah atau memproduksi hasil  kebunnya bisa  masukan pada toko yang ada, tapi kita juga harus melihat karena ini akan di konsumsi oleh masyarakat banyak,"

"Kita juga tidak  hanya membantu  dalam menjual  hasil  produk masyarakat,   tapi kita  juga harus lihat cara produksi itu layak  atau tidak,  dan kita juga siap  untuk  membantu masyarakat yang ingin kita bantu dalam hal produksi hasil  kebunnya, sehingga  dapat meningkatkan pendapat masyarakat  dan pemasukan  hasil  produksi  ke  toko semakin banyak dan masyarakat luas  bisa  lebih tau," ujarnya

Dikatakan Yohana,   untuk memproduksi hasil  kebun  bahan baku yang kurang  yakni   Keladi, Mungkin kata Yohana keladi  pada pasar  agak mahal sehingga produksinya, namun bahan baku petatas dan pisang banyak

“Kita berharap kepada kelompok- kelompok yang telah dilatih bisa berjalan, karena kita tidak hanya melatih namun juga memberikan bantuan berupa peralatan untuk mengolahnya ,” ujarnya  (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment