Kesbangpol Mimika Sosialisasikan Toleransi dan Kerukunan Beragama

Bagikan Bagikan
Foto bersama peserta, dari tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan tokoh pemuda Ketua FKUB Mimika, Ignasius Adii.(Foto-Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA)- Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mimika melakukan sosialisasikan tentang toleransi dan  kerukunan dalam kehidupan beragama. Kegiatan dilakukan di Aula Babaigo Keuskupan Timika, Jalan Cendrawasih, Senin (8/4)

Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari masing- masing suku yang ada di Kabupaten Mimika, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemudah dan tokoh perempuan.

Bupati Mimika dalam sambutannya yang dibacakan Asisten 1 Setda Mimika, Damianus Katiop mengatakan untuk terus mengamanatkan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama, peran pemerintah daerah sangatlah penting, Dan yang lebih berperan yakni kepala distrik dan kepala lurah pada wilayahnya masing- masing.

Tidak hanya itu, semua tokoh masyarakat dan semua elemen masyarakat wajib untuk mengawasi  dan DPRD harusnya selalu melalukan pendampingan terhadap Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan juga semua masyarakat Kabupaten Mimika untuk terus menjaga kerukunan dalam kehidupan beragama.

“Tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh perempuan dan tokoh pemuda semua punya peran penting dalam meningkatkan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama sehingga permasalahan sosial atau permasalahan lainnya yang ada di Kabupaten Mimika tidak lagi terjadi,” tuturnya

Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika, Ignasius Adii menilai secara fisik toleransi dan kerukunana umat beragama di Kabupaten Mimika sangatlah bagus, namun secara psikologis ada beberapa tradisi dari masing- masing agama yang kadang- kadang mengganggu  hubungan sosial. Namun hal tersebut tidaklah berdampak jauh.

“Dari semua itu toleransi dan kerukunan umat beragama pada Propinsi Papua tetap pada rengking 1,” kata Adii.

Adii mengemukakan, FKUB akan selalu mengawal dan mengawasi serta memberikan bimbingan kepada masyarakat untuk terus menerapkan kehidupan toleransi di Mimika.

“Pada Pemilihan Umum (Pemilu) ini juga kami bersama pemerintah, pihak keamana terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk tetap menjaga agar Mimika tetap aman  dan kondusif,” ungkapnya

“Jika toleransi itu dimulai dari keluarga, maka dalam kehidupan bermasyarakat tetap akan terjaga. Jadi  Poros untuk menjaga toleransi umat beragama mulai dari keluarga,” ujarnya

Sementara itu dari sisi hukum, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Timika melalui  Kepala Seksi (Kasi) Intel, Eko Winarno  mengatakan umat beragama haruslah saling menghargai. Perbedaan yang ada membuat semuanya terlihat lebih indah.

“Semua agama yang ada sudah diakui Negara berdasarkan putusan Mahkama Konstitusi (MK). Maka dari itu kita semua wajib untuk hormat menghormati agar tidak terjadi perpecahan diantara kita,” tuturnya saat ditemui Salam Papua di Aula Babaigo, Senin (8/4).

Dijelaskan, Kejari dan Kepolisian akan selalu melakukan pengawasan untuk mendeteksi dini praktek- praktek  atau kegiatan yang menyimpang dari agama- agama yang ada di Negara ini.

Jika ada oknum  yang melakukan penodaan agama atau penistaan agama dan menjalankan aliran sesat, maka akan ditindak sesuai hukum. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment