Ketua KPU Papua Imbau Penyelenggara Perhatikan Pesan Moral dan Etika Pemilu

Bagikan Bagikan
Ketua KPU Papua, Theodorus Kossay.(Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua, Theodorus Kossay mengimbau dan mengajak seluruh penyelenggara Pemilu yakni anggota KPU Provinsi, sekretaris serta stafnya, anggota KPU Kabupaten/Kota, sekretaris serta staffnya, anggota PPD, Anggota PPS dan Anggota KPPS di 29 Kabupaten/Kota Provinsi Papua agar dapat memahami, memperhatikan serta melaksanakan pesan-pesan moral dan etika Pemilu 2019.

“Penyelenggara pemilu harus dan wajib hukum menegakan integritas, profesionalitas dan Indenpendensi atau netralitas dalam tahapan pemungutan dan penghitungan suara, rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara, serta penetapan pasangan calon terpilih, penetapan perolehan kursi, dan penetapan calon terpilih dalam pemilihan umum,” ujarnya kepada Salam Papua melalui pesan singkat WhatsApp, Senin (8/4).

Dikatakan, pada 17 April mendatang pukul 07.00 – 13.00 waktu setempat, rakyat Indonesia termasuk rakyat Papua melaksanakan pesta demokrasi, dengan cara berbondong-bondong mendatangi TPS terdekat menyalurkan hak suaranya sesuai hati nurani, memilih Presdien dan Wakil Presdien RI, memilih anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

“Penyelenggara pemilu bertanggung jawab penuh mengawal, mengawasi dan menjaga hak suara masyarakat yang telah diberikan kepada calon Presiden dan Wakil Presiden, calon anggota DPR RI, calon anggota DPD RI, Calon anggota DPRD Provinsi dan Calon anggota DPRD Kabupaten/Kota,” ujarnya.

Theodorus mengatakan, sebagai penyelenggara Pemilu, harus melaksanakan pemungutan penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara berdasarkan aturan PKPU nomor 3 tahun 2019, dan PKPU nomor 4 Tahun 2019, PKPU nomor 5 tahun 2019, PKPU nomor 7 tahun 2019, serta undang-undang nomor 7 tahun 2017, sesuai dengan tingkatannya yaitu di TPS oleh KPPS, di tingkat Distrik Oleh PPD dibantu PPS, ditingkat Kabupaten oleh KPU Kabupaten/kota dan tingkat Provinsi oleh KPU Provinsi Papua.

“Penyelenggara pemilu dilarang keras mengambil dan mengangalihkan hak suara yang diberikan masyarakat kepada pasangan calon Presdien dan Wakil Presdien atau calon anggota DPR RI, calon anggota DPD RI, calon anggota DPRD Provinsi, atau calon anggota DPRD Kabupaten/Kota tertentu,” katanya.

Hal tersebut, dijelaskan Theo guna dapat menciptakan rasa aman, damai, adil, jujur, sejuk, netral serta kualitas dan martabat pemilu yang demokratis.

“Iman harus dikedepankan dan diutamakan sesuai ajaran agamanya yakni kejujuran, kebenaran dan keadilan. Serta bentuk moralitas yakni apa yang baik dan apa yang buruk, suara hati adalah suara Tuhan,” katanya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment