Kota Timika Kotor Ditengah Emas, PT Freeport Diminta Bangun Taman

Bagikan Bagikan
Wabup Mimika, Yohanis Bassang.(Foto-Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA)- Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Mimika , Yohanis Bassang mengutarakan sedih karena kota yang berada di tengah emas terlihat sangat kotor.

Menurut Wabup Bassang, untuk mencapai Kota Timika yang bersih  seperti yang diharapkan, tentunya harus ada kerja sama dan bersinergi antara semua elemen masyarakat Kabupaten Mimika.

“Freeport (PT Freeport Indonesia –Red) harus bantu kita Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika untuk jadikan Kota Timika yang bersih, karena kota ini ada di tengah emas, namun kotanya tidak bersih. Cobalah Freeport buatkan taman kota di Timika atau taman hiburan rakyat kah bagaimana, biar  masyarakat yang ada dapat menikmati itu ,”  kata Wabup Bassang ketika memberikan sambutan  pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan  (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Mimika dalam rangka penyusunan RKPD tahun  anggaran tahun 2020, Kamis (4/4) di salah satu hotel di Timika.

Wabup berharap PTFI juga turut membangun Kota Timika  agar terlihat jauh lebih baik dan bersih. Wabup juga berharap masyarakat Mimika  ikut membantu dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

Wabup Bassang  mengatakan Kota  Timika, seakan tidak diperhatikan dan terlihat kotor dengan banyak sampah yang bertebaran di mana- mana.

“Apalagi pada tahun 2020 mendatang akan ada pesta olahraga nasional (PON) ke-XX tahun 2020 di Kabupaten Mimika. Selain itu juga akan ada kegiatan Pesparawi, dan Mimika menjadi tuan rumah, namun Kota Timika masih kelihatan kotor,” tutur Bassang.

“Lingkungan kita harus sudah mulai dilihat dari sekarang, jangan menuggu untuk menjadi kota Adipura, cukup lakukan saja dulu nanti juga akan kelihatan. Jika keadaan kota tetap seperti ini dan pada tahun 2020 mendatang akan ada tamu- tamu dari luar, lalu kacamata mereka akan memandang dan menilainya seperti apa?” ujarnya menambahkan. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment