KPU dan SatPol PP Gelar Pasukan, Linmas Bertugas Pantau Pelanggaran, KPPS,PPS dan Linmas Tidak Boleh Menjadi Tim Pemenangan Caleg dan Parpol

Bagikan Bagikan

SAPA (TIMIKA) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika bersama Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol-PP), Minggu 14/4) melakukan kegiatan Gelar Pasukan diikuti 1.822 anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas).

Ketua KPU Mimika, Indra Ebang Ola mengatakan, gelar pasukan ini sangat penting dilaksanakan karena terlepas dari tugas pokoknya sebagai pelindungan masyarakat di tingkat kampung, Linmas juga mengambil peran penting dalam Pemilu tanggal 17 April mendatang.

Kegiatan ini dihadiri Kadis SatPol-PP Kabupaten Mimika, Willem Naa, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Mimika, Petrus Lewa Koten dan Kabag OPS Polres Mimika Andhika Aer. 

Indra mengatakan, gelar pasukan ini  bertujuan mengingatkan para anggota Linmas agar tetap menjalankan tugas dan fungsinya dalam pengawasan Pemilu.

“Bapak-bapak Linmas  juga merupakan ‘tentara’ yang bertugas menjaga kemanan. Begitu juga saat pelaksanaan pemilu ini, karena pemilu merupakan hajatan negara maka semua Linmas wajib  menjalankan perannya di masing-masing TPS,” kata Indra saat Gelar Pasukan di Gedung Tongkonan, Jalan Hasanuddin, Minggu (14/4).

Indra menjelaskan, 1.822 anggota Linmas ini akan dibagikan dua orang per TPS dan didampingi oleh tujuh anggota KPPS. Diharapkan seluruh anggota Linmas yang telah mendapat  SK ini bisa menjalankan tugas sebagai fungsi kontrol di setiap TPS.

Selain mejaga keamanan, Linmas juga berfungsi untuk memantau adanya pelanggaran-pelanggaran serta membantu mengarahkan masyarakat dalam proses pemilihan sehingga masyarakat bisa menyalurkan hak suaranya tanpa tekanan.

Anggota linmas juga wajib berperan sebagai penepis isu-isu yang mempolitisir masyarakat di wilayahnya masing-masing yang berpotensi menimbulkan perpecahan. Pastikan bahwa penyelenggaraan  pemilu ini bisa dilaksanakan dalam keadaan damai di seluruh kampung.

“Saat ini kita sudah ada di puncak penyelenggaraan pesta demokrasi negara kita. Kita mesti bangga diberikan kepercayaan dalam menyelenggarakannya. Karena itu, kita bersama-sama menjalankan fungsi dengan baik,” ujar Indra.

Sementara Kadis SatPol-PP, Willem Naa mengatakan gelar pasukan ini sangat penting dilaksanakan agar bisa mengerahkan seluruh kekuatan dalam mewujudkan penyelenggaraan pemilu yang aman dan damai. Karena itu, diharapakan kepada seluruh anggota Linmas agar segera melapor ke KPU atau Satpol-PP jika mengalami halangan di hari H pelaksanaan pemilu yaitu tanggal 17 april.  Sebab, Satpol PP telah menyiapkan sebanyak 221 personil yang akan ditugaskan dalam mengisi kekurangan tenaga linmas.

Menurut Willem, Linmas harus berada di barisan terdepan dalam mengawas dan memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat yang belum memahami prosedur pencoblosan. Linmas menjadi bagian dari yang dibutuhkan ketika adanya permasalahan di setiap TPS.

“Kami Satpol-PP juga sudah menggelar pasukan di Provinsi Papua, Selain SatPol PP, sesuai undangan Gubernur Papua, gelar pasukan ini  juga dihadiri  para bupati, wali kota, Kapolres, Dandim, Ketua KPU, Bawaslu dan Kepada Badan Kesbangpol seluruh Papua,” kata Willem.

Kepala Badan Kesbangpol Mimika, Petrus Lewa Koten mengatakan ada tiga hal yang harus diperhatikan yaitu apa yang dilakukan oleh  KPPS, PPS dan Linmas bukan merupakan tugas kecamatan, kampung atau desa, tetapi merupakan tugas negara.

Selain itu, tegas Petrus, sangat tidak diperbolehkan KPPS,PPS dan Linmas menjadi tim pemenangan dari parpol atau caleg tertentu. Hal itu tidak boleh terjadi karena sangat berbahaya, di mana jika satu orang berbuat maka bisa mencemarkan dan memicu konflik.

“Baik dan buruknya penyelenggaraan agenda negara ini ada di tangan KPPS, PPS dan Linmas. Jadi, harus ingat bahwa tugas yang dipercayakan saat ini adalah tugas negara. Dalam melaksanakan tugas harus memegang prinsip terhadap teknis dan petunjuk teknis yang ada,” katanya.

Sedangkan Kabag OPS Polres Mimika Andhika Aer mengatakan, patut disyukuri bahwa tahapan kampanye pemilu telah dilalu dengan aman. Karena itu, perlu adanya koordinasi lanjutan antar semua pihak termasuk Linmas sehingga puncak pesta demokrasi di Mimika bisa terselenggara dengan damai.

“Kesuksesan pemilu bukan saja hanya karena gagahnya TNI, Polri, KPU atau Bawaslu, tetapi itu karena upaya dari semua pihak. Kita harus mempunyai komitmen bersama supaya kita bisa akhiri pesta demokrasi ini dengan aman,” katanya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment