KPU Serahkan 4.555 Kotak Suara Pemilu ke PT Trans Mimika

Bagikan Bagikan
Simbolis penyerahan logistik pemilu oleh Ketua KPU kepada perwakilan PT Trans Mimika. (Foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mimika menyerahkan 4.555 kotak suara kepada PT Trans Mimika selaku kontraktor yang memenangkan lelang distribusi logistik pemilu. Ribuan kotak suara itu kemudian akan disalurkan ke 911 tempat pemungutan suara (TPS) guna melaksanakan pemilihan umum (Pemilu) pada tanggal 17 April mendatang.

Ketua KPU Mimika, Indra Ebang Ola mengatakan, 4.555 kotak suara berdasarkan kebutuhan pemilu sudah berdasarkan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) Kabupaten Mimika. Dimana pada tiap TPS akan disalurkan lima kotak surat suara untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPRP, DPD dan DPRD kabupaten.

“Total keseluruhan kotak yang diserahkan kepada PT Trans Mimika adalah sebanyak 4.555, semua telah terpaket sesuai dengan kebutuhan dan alat kelengkapan di masing-masing TPS,” kata Indra saat penyerahan logistik pemilu secara simbolis di Graha Eme Neme Yauware, Kamis (11/4).

Penyerahan logistik ini secara langsung disaksikan Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto, perwakilan Kodim 1710 /Mimika, Kapten Inf Abdul Munir, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika, Damianus Katiop, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Petrus Lewa Koten, Kepala Dinas Polisi Pamong Praja (Dispol PP), Willem Naa, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mimika, Yonas Janampa serta manajemen PT Trans Mimika.

Ketua Bawaslu Yonas Janampa pada kesempatan itu mengatakan, sejak proses atau tahapan persiapan hingga pendistribusian logistik pemilu pihaknya selalu dan akan berdampingan dengan KPU. Hal itu tentunya agar setiap tahapan dapat terlaksanakan dengan baik.

Menurut Yonas, dalam proses pendistribusian logistik pemilu, KPU harus melakukan koordinasi serius bersama seluruh kepala distrik, khususnya pada wilayah pesisir dan pedalaman. Hal itu agar ketika pendistribusian berlangsung seluruh pihak yang dimaksud harus berada di tempat tugasnya masing-masing.

Sedangkan Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto pada kesempatan itu, juga menekankan bahwa pendistribusian logistik merupakan salah satu tugas yang tidak kalah pentingnya untuk dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Karena itu, Kapolres berharap agar tidak ada logistik pemilu yang berjalan sendiri, dalam hal ini harus ada pendampingan dari lima pilar seperti KPU, Bawaslu, TNI dan Polri, serta Linmas yang merupakan representasi negara atau Pemkab Mimika yang berdasarkan fungsinya Linmas-lah yang mengamankan TPS, sedangkan TNI dan Polri hanya sebagai stabilisator dan supporting system agar agenda pemilu bisa terlaksana dengan baik.

“Kita perlu berkaca dengan pelaksanaan pilkada yang lalu, dimana ada yang berani membawa kabur kotak suara, tapi itu sudah kita selesaikan. Kami juga minta adanya kerjasama dari masyarakat agar jika nanti ada indikasi yang tidak-tidak bisa kita selesaikan,” tutur Kapolres.

Penyaluran logistik pemilu, menurut Kapolres, tidak sama halnya dengan pendistribusian logistik biasa dan untuk kebutuhan lain. Meski logistik yang akan disalurkan hanya berupa kotak dan kertas suara, hal ini tidak boleh gagal oleh apa dan siapapun, apalagi jika terlambat.

“Kita harus kawal mulai dari Eme Neme hingga menuju ke setiap distrik. Kemudian di tempat didiamkannya kotak suara menjelang hari H sampai kemudian dikembalikan untuk rekapitulasi akhir. Ini dilakukan untuk menghindari adanya penyimpangan,“ terangnya.

Sementara dari perwakilan PT Trans Mimika menyampaikan meski sebagai kontraktor pemenang tender penyaluran logistik pemilu, akan tetapi tetap mengharapkan adanya kerjasama dari semua pihak dalam melaksanakan pengawasan pendistribusian logistik pemilu. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment