LPMAK Berencana Hilangkan Program Dana Bergulir Diganti dengan PEM

Bagikan Bagikan
Sekretaris Eksekutif LPMAK, Abraham Timang. (Foto-Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) - Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) menilai bahwa, program dana bergulir bagi masyarakat dua suku besar di Mimika, yakni Amungme dan Kamoro tidaklah efektif untuk menjadikan masyarakat agar mandiri. Oleh karena itu, dana bergulir tersebut rencananya akan diganti dengan program Pengembangan Ekonomi Mandiri (PEM).  

Sekretaris Eksekutif LPMAK, Abrahan Timang mengatakan, hal itu dikarenakan dana bergulir yang diberikan kepada masyarakat dua suku tidak digunakan masyarakat itu sendiri untuk melakukan usaha kecil atau semacamnya, yang mana untuk meningkatkan perekonomian masyarakat menuju kesejahteraan yang diinginkan bersama-sama. Bahkan, Ia menilai dana bergulir hanya akan menjadikan masyarakat selalu hidup ber-ketergantungan pada orang lain.

“Sedikit demi sedikit akan kita akan hilangkan program itu  dan program itu akan kita gantikan dengan PEM,” kata Abraham saat ditemui di Gedung MPCC, Jalan C. Heatubun (Lorong Hadelisari), Selasa (16/4).

Ia menjelaskan, LPMAK saat ini berpikir untuk bagaimana caranya terus melakukan upaya pengembangan ekonomi di masyarakat yang terstruktur. Karena dari hasil evaluasi program dan bergulir, ternyata tujuan tidak begitu terealisasi dengan baik karena masyarakat tidak memanfaatkan proram itu secara baik.

”Karena dari hasil evaluasi kami, program dana bergulir tidak begitu terealisasi dengan baik, dan masyarakat tidak memanfaatkan dengan baik. Sehingga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, kita akan ganti dengan program pengembangan ekonomi mandiri,” katanya.

Program PEM, terang Abraham, lebih fokus untuk membangun hal-hal nyata bagi masyarakat, seperti misalnya bagaimana mengembangkan usaha-usaha kecil masyarakat kedua suku besar itu. Ia mengambil contoh seperti membangun ternak ayam, membangun toko untuk masyarakat, ataupun hal-hal yang berkaitan dengan ekonomi produktif. Sehingga hal-hal yang diberikan tidak sia-sia dan hasilnya bisa dirasakan masyarakat kedua suku, karena pemanfataannya dan hasilnya jelas.

“Sistem ini yang sedang kita bangun dan fokus. Dan harapannya masyarakat yang ada bisa lebih mandiri dan tidak lagi tergantung pada orang lain,” harapnya.

Untuk menjalankan program ini, tentunya juga hal-hal prinsip akan dirubah. Dimana perubahan akan berpengaruh pada organisasi masyarakat (Ormas) yang ada maupun struktur organisasi di LPMAK. Hal ini tentunya akan menjadi tantangan tersendiri bagi LPMAK untuk bagaimana bisa mengolah keuangan yang diberikan dari PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk digunakan sebaik mungkin, lebih khusus untuk pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan dan ekonomi masyarakat. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment