Musrembang RPKD Dalam Rangka Penyusunan RKPD Mimika TA 2020

Bagikan Bagikan
Wabup Mimika membuka kegiatan Musrenbang RKPD. (Foto-Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Rencana kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2019. Yang mana musrenbang RKPD ini dilakukan dalam rangka penyusunan RKPD tahun anggaran (TA) 2020 dengan tema “Pembangunan Manusia dalam Mendukung Pengelolaan SDA yang Efektif, Selektif, Kompetitif dan Berkesinambungan”.

Musrenbang RPKP dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati (Wabup) Mimika, Yohanis Bassang yang didampingi Ketua DPRD Mimika, Elminus B. Mom, Kamis (4/4).

Dikoordinir Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), musrenbang RKPD yang dilaksanakan 2 hari ini dihadiri organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, TNI-Polri dan PT Freeport Indonesia (PTFI).

Kepala Bappeda Mimika, Simon Mote, dalam laporannya mengatakan penyusunan RKPD yang dilakukan berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 21 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Bagi Provinsi Papua, dan juga berdasarkan UU Nomor 25 tahun 2004  tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, serta UU Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah. Juga Peraturan Menteri  Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 86 tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah, Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah serta Rencana Kerja Pemerintah Daerah.

“Ditambah surat keputusan kepala Bappeda Nomor 0502/tahun 2019 tanggal 01 April 2019 tentang pembentukan panitian pelaksana musrembang RKPD Kabupaten Mimika,” tuturnya dalam pembacaan laporan musrembang yang dilaksanakan di Ruang Cenderawasih Hotel Serayu,  Jalan Yos Sudarso, Kamis (4/4).

Dikatakan Simon, musrembang RKPD yang dilaksanakan 2 hari juga bertujuan mematangkan rancangan RKPD Kabupaten Mimika pada tahun 2020 yang berdasarkan rencana kerja (Renja) OPD dengan cara melakukan sinkronisasi dan substansi rancangan renja pada tiap- tipa OPD yang berbasis e-planning.

“Pada tahun ini (2019) kita sudah mulai terapkan sistem e-planning, dan tahun ini kita masih pakai semi e-planning. Namun tahun 2020 mendatang kita sudah laksanakan full e-planning, sehingga dalan penyusunan renja tahun depan kita harapkan kepada seluruh pimpinan OPD untuk dapat mengetahui apa yang diusulkan. Jangan sampai yang diketahui itu hanya dari staf,” terangnya.

Ia mengatakan sistim e-planning harus diketahui dan dibaca dengan teliti sehingga apa yang menjadi usulan OPD memang benar-benar menjadi kebutuhan OPD tersebut. Dan juga jangan sampai ada yang kelewatan, karena usulan jika telah masuk pada sistem e-planning tidak akan ada lagi usulan tambahan. Sehingga dengan tujuan lain dari musrembang RKPD ini, yakni melakukan sinkronisasi penyelarasan antara RKPD Kabupaten Mimika dengan renja OPD yang telah dibahas sebelumnya, guna merasionalisasikan dan menyinkronisasikan usulan pendanaan RKPD dan renja OPD.

“Rencana OPD yang kita susun hari ini, akan kita dorong menjadi RKPD. Renja itu ada pada masing-masing dinas untuk satu tahun, yang mana akan disatukan dalam RKPD kabupaten yang akan ditetapkan dengan peraturan bupati (Perbup) paling lambat bulan Mei. Kalau bulan Mei kita sudah pakai sistem e-planning maka, sudah bisa di close dan tidak ada usulan-usulan baru lagi, karena kita sudah tetapkan dengan perbup,” tuturnya.

Jika usulan telah masuk ke dalam sistim dan kemudian terdapat usulan baru, maka hal itu akan menjadi suatu pertanyaan besar dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Karena ada sistem e-planning yang juga dimonitoring KPK. Sehingga, dalam musrembang RKPD yang diharapkan adalah dapat menyempurnakan data RKPD tahun 2020, menyelaraskan RKPD dan renja OPD, serta usulan prioritas yang didanai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kabupaten dan provinsi serta sumber anggaran lainnya.

Sementara itu Wakil Bupati Yohanis Bassang dalam sambutnya sekaligus membukan secara resmi musrembang RKPD, mengatakan kalau program yang disusun secara bersama ini adalah menyangkut banyak orang di Mimika. Oleh sebab itu semuanya harus dilakukan dengan perencanaan sebelumnya, dan tidak dengan secara tiba-tiba sehingga pada saat final nanti tidak terdapat program-program titipan.

“Jangan coba-coba. Kita sekarang sudah masuk dalam sistem e-planning, jadi tidak ada lagi titipan atau semacamnya karena semuanya sudah direncanakan bersama melalui musrembang ini. Dan juga saya berharap usulan-usulan dari setiap OPD tidak hanya diketahui oleh pimpinan OPD saja, melainkan semua yang ada dalam OPD tersebut,” ujarnya.

“Dalam penyusunan rencana tahun 2020 yang akan datang, saya berharap sebelum melangkah pada tahun berikutnya alangkah baiknya tahun 2019 dapat direalisasikan. Dan program pada tahun 2019, program-progam yang tidak tuntas bisa dituntaskan,” imbuhnya. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment