Pembangunan di Mimika Lambat, Dewan Diminta Jalankan Fungsi Pengawasan

Bagikan Bagikan
Allo Rafra.(Foto-Antara)

SAPA (TIMIKA) – Mantan Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) sekaligus pengamat politik di Mimika, Athanasius Allo Rafra, menilai bahwa hingga kini pembangunan di Kabupaten Mimika sangatlah lambat. Oleh karena itu, ia meminta agar anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dapat menjalankan fungsi kontrolnya dengan baik dan maksimal.

“Mimika ini sudah berusia 27 tahun, tapi kita lihat pembangunannya sampai saat ini boleh dibilang sangat terlambat. Padahal Mimika ini memiliki anggaran yang sangat besar jika dibandingkan dengan kabupaten lain yang baru dibentuk belakangan,” ungkap Allo saat menjadi panelis pada acara live streaming Salam Papua terkait pemaparan profil dan visi misi calon legislatif (Caleg) periode 2019-2024 di Waanal Coffee and Resto, Jalan Poros SP 3, Sabtu (13/4).

Menurutnya, yang menjadi faktor lambatnya pembangunan juga dikarenakan DPRD tidak fokus dalam menetapkan anggaran. Dalam artian, DPRD tidak mengawasi penentuan program-program yang seharusnya di prioritaskan. Di mana, hingga saat ini banyak program yang dilaksanakan di kampung pedalaman yang seolah-olah hanya mau menghambur-hamburkan anggaran saja tanpa membuahkan hasil yang maksimal untuk masyarakat.

“Makanya saya juga mau bertanya kepada caleg-caleg yang akan maju, apa yang akan dilakukan  untuk persoalan itu kalau seandainya terpilih menjadi anggota dewan periode 2019-2024 nanti,” ujarnya setelah memberikan pertanyaan kepada lima caleg peserta acara live streaming Salam Papua.

Ia mengaku, sebagai contoh pada saat menjadi penjabat Bupati Mimika beberapa tahun silam pernah mengelola anggaran sebesar Rp900 miliar. Dengan anggaran tersebut, Ia bisa menjalankan pembangunan mulai dari kota hingga ke kampung-kampung, khususnya di Agimuga.

Di Agimuga, menurut dia, di tahun 2008  telah berhasil membangun jalan sepanjang 15 kilo meter (Km) yang dimulai dari bandara diwilayah itu hingga kampung Aramsolki. Namun, hingga saat ini meski memiliki anggaran hingga Rp3 triliun, belum ada perubahan dalam pengembangan pembangunan jalan di Agimuga.

“Fungsi pengawasan dari dewan itu seharusnya ada untuk pembangunan. Pertanyaan saya adalah apa yang bakal caleg lakukan jika nanti terpilih,” tuturnya. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment