Pemkab Diminta Perhatikan Sanggar Budaya Amor

Bagikan Bagikan
Budaya suku Amungme. (Foto-Saldi Hermanto)

SAPA (TIMIKA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui beberapa dinas-dinas terkait diminta untuk memperhatikan sanggar budaya suku asli Mimika, yakni Amungme dan Kamoro (Amor).

Yohana Maria Anggaibak yang merupakan seorang tokoh perempuan sekaligus pendiri sanggar Agimungi Nameng (Sanggar perempuan Amungme) mengaku, saat ini sudah banyak sanggar budaya dari kedua suku itu bahkan telah terdaftar di Pemkab Mimika. Tetapi, sangar-sanggar yang ada dinilainya tidak mendapat perhatian lebih dari pemerintah setempat meski terkadang dinas-dinas terkait justru menyewa alat atau karya seni milik sanggar-sanggar itu. Akan tetapi, hal itu akan menjadi sia-sia jika pemerintah tidak memberdayakan manusianya melalui hal-hal yang memang perlu untuk dilakukan pemerintah setempat.

"Pemerintah seharusnya bisa memberikan bantuan untuk pengembangan sanggar Amor ini. Memang ada dinas yang pinjam alat di sanggar kami untuk dipromosikan ke luar daerah, tapi jarang memberdayakan orangnya," Tutur Yohana kepada Salam Papua saat ditemui dibilangan Jalan Cenderawasih, Selasa (16/4). 
Budaya suku Amungme. (Foto-Saldi Hermanto)
Keberadaan sanggar budaya Amor menurut dia, sangat membantu untuk mengharumkan nama Pemkab Mimika dalam bidang seni dan budaya. Sebab sanggar budaya juga memiliki peran penting dan memiliki tanggung jawab yang berat demi tercapainya kemajuan Mimika, karena nilai-nilai budaya lahir didalam sanggar tersebut.

Bantuan modal dari pemerintah, dalam hal ini Pemkab Mimika, menurut dia, tidak harus menunggu pengajuan proposal oleh pihak sanggar. Sebab pemkab sendiri telah mengetahui bahkan dalam struktural pemerintahan juga sudah ada dinas yang berkaitan erat dengan bidang seni dan budaya.

"Nilai budaya yang selama ini mulai pudar akan muncul kembali dari dalam sanggar-sanggar yang ada. Tapi kenapa pemkab tidak memperhatikan hal itu? Padahal kami hanya mengharapkan dukungan modal supaya sanggar kami lebih dibesarkan lagi," tuturnya.

Oleh karena itu, Pemkab Mimika diharapkan jeli dalam melihat realita yang terjadi, agar bagaimana caranya dapat memberdayakan sanggar-sanggar yang ada di Mimika. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment