Pemprov Papua Masih Tunggu Kabar Perekrutan Calon ASN

Bagikan Bagikan
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua Nicholaus Wenda.(Papua.go.id)

SAPA (JAYAPURA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat hingga kini masih menunggu kabar balasan dari Pusat terkait usulan perekrutan calon Aparatur Negeri Sipil (ASN) yang dilaksanakan usai pemilihan presiden (pilpres) dan legislatif (pileg) 2019.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Papua Nicholaus Wenda, di Jayapura, Jumat (12/4), mengatakan sudah mengusulkan penerimaan calon ASN secara serentak di Papua dan Papua Barat, namun Pemerintah Pusat belum menyetujui.

"Surat pemberitahuan tersebut baru diusulkan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) di mana hingga kini kami belum menerima surat balasan terkait persetujuan dari kementerian tersebut," katanya.

Menurut Nicholaus, untuk itu, usai pelaksanaan pesta demokrasi, BKD Provinsi Papua akan mengundang kembali Sekda dan kepada BKD se-kabupaten/kota di Bumi Cenderawasih.

"Seperti diketahui bersama bahwa pada 8 Maret 2019 telah dilaksanakan rapat koordinasi bersama seluruh BKD dan Sekda di 29 kabupaten/kota Papua, di mana keputusan bersama ketika itu adalah menunda penerimaan hingga usai pilpres dan pileg," ujarnya.

Dia menjelaskan untuk itu, terkait jadwal penerimaan calon ASN di Papua yang mulai beredar di berbagai media sosial belakangan ini, pihaknya membantah akan dilaksanakan pada April 2019.

"Yang beredar kini di media sosial, benar, surat kami kepada Pemerintah Pusat, namun hal tersebut barulah usulan, belum dapat dilaksanakan karena masih menunggu balasan dari Kemenpan RB," katanya.

Sebelumnya, beredar di media sosial jadwal penerimaan calon ASN 2018 di Provinsi Papua yang akan dilaksanakan pada 22 April hingga 13 Mei 2019, di mana pengumuman kelulusan akan dilakukan pada 30 Juli 2019 dan dilanjutkan pemberkasan bagi peserta yang lulus seleksi pada 1-2 Agustus 2019. (Antara)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment