Perkenalan Dua Caleg Partai Perindo Melalui Eksklusif Live Streaming

Bagikan Bagikan
Perkenalan caleg perindo dalam program Menilai Caleg dari Spanduk Saja Tidaklah Cukup. (Foto-Aprianus Mbue)

SAPA (TIMIKA) – Jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April mendatang, dua calon legislatif (Caleg) dari Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Leonardus Kocu dan Edoardus Rahawadan secara eksklusif memperkenalkan diri kepada masyarakat Kabupaten Mimika melalui program live streaming media sosial bertajuk “Menilai Caleg dari Spanduk Saja Tidaklah Cukup”. Program live streaming ini secara langsung disiarkan melalui akun media sosial Instagram dan Facebook milik Waanal_Coffee dan Salam Papua, Kamis (4/4) malam, dari lantai 2 Waanal Coffee and Resto, Jalan Poros SP 3.

Dalam acara yang dikemas serius tetapi santai ini, kedua caleg memperkenalkan diri kepada seluruh masyarakat Mimika, khususnya masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) kedua caleg ini.

Leonardus Kocu mengaku saat ini menjadi caleg yang diusung oleh Perindo dari Dapil 3 nomor urut 5, yang mana meliputi wilayah Distrik Wania yakni Nawaripi, Maoko Jaya, Kamoro Jaya, Mandiri Jaya dan Kadun Jaya. Ia juga mengaku sudah 24 tahun berdomisili di Mimika, yang mana sebelum terjun ke dunia politik dirinya sebagai staf pada divisi pemberdayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan pemberdayaan lembaga swadaya masyarakat di PT Freeport Indonesia (PTFI).

Pria asal Sorong, Papua Barat ini mengatakan, motivasi utama menjadi caleg karena ingin mengambil bagian membawa perubahan di Mimika. Dimana menurut dia, di Mimika memiliki banyak potensi sumber daya alam dan manusia yang sama sekali belum dibenahi untuk kemajuan dengan menciptakan generasi emas.

Pengalaman menjadi staf pada Community Relations PTFI menurutnya, telah menjadikan dirinya lebih mengenal tentang potensi alam yang luar biasa di Mimika, namun potensi alam itu belum dikelola secara utuh untuk kesejahteraan masyarakat. Terdorong dengan alasan tersebut, ia memilih untuk berkiprah bersama partai Perindo, meski merupakan partai baru.

Partai yang didirikan oleh sorang tokoh yang memiliki semangat membangun, cermat dan cerdas dalam menciptakan sesuatu yang baru, yakni Hary Tanoesoedibjo. Partai Perindo menurut dia, bisa memberdayakan apa yang tidak berdaya, sehingga untuk membangkitkan masyarakat dari ketidakberdayaan itu maka masyarakat harus memilih pemimpin yang penuh semangat dan berinovasi.

“Pak Hary Tanoe itu merupakan ketua partai yang hebat dan telah banyak program-programnya yang menyentuh masyarakat di Indonesia. Dia tidak begitu dekat dengan para petinggi ataupun elit politik, tapi dia lebih dekat dengan para petani dan pengusaha kecil,” tuturnya.

Langkah-langkah yang kelak akan diupayakan Leonardus ketika menjadi anggota dewan di Kabupaten Mimika, menurut dia, akan mendorong dibukanya lapangan kerja bagi anak-anak Mimika, termasuk memberdayakan generasi muda dalam mengelola potensi sumber daya alam yang ada. Sebab, jika dikaji dari segi jumlah pertumbuhan penduduk, akan terus bertambah seiring waktu. Hal ini tentunya akan menambah tinggi angka pengangguran yang berpotensi memicu terjadinya konflik dan meningkatnya angka kemiskinan. 
Foto bersama caleg Perindo usai mengikuti live streaming. (Foto-Aprianus Mbue)
Demikian juga dengan Edoardus Rahawadan yang memperkenalkan dirinya bahwa saat ini merupakan kader partai Perindo yang diusung dalam pemilu kali ini menjadi caleg dari Dapil 1 dengan nomor urut 5,  yang mana meliputi Kampung Ninabua, Timika Jaya, Kwamki Baru dan Koperapoka.

Maju sebagai caleg di Mimika, Edoardus dilatar-belakangi oleh berbagai hal yang dinilainya belum menyentuh kepada masyarakat.  Karena itu, partai Perindo menjadi pilihannya sebagai perahu yang kuat dan memiliki program-program jangka menengah dan panjang. 

Seiring keberadaan Perindo di Mimika, pria yang juga berlatar seorang aktivis ini, juga telah ikut beraktivitas ditengah-tengah masyarakat baik dengan upah ataupun tanpa upah sekalipun.

“Jadi, saya maju sebagai caleg dan ikut bertarung di pemilu tahun 2019 bukan karena kemauan diri sendiri ataupun ikut ramai. Latar belakang saya adalah sebagai aktivis dan pemerhati pendidikan di Mimika. Selain itu, menjadi guru honor dan berstatus tenaga kontrak selama kurang lebih 8 tahun,” jelasnya.

Visi dia menjadi caleg ialah bersama semua pihak bergandeng tangan membangun Mimika. Sedangkan misinya adalah bersama legislatif, eksekutif, yudikatif, tokoh agama, lembaga adat dan LSM membangun Mimika ke arah yang lebih maju. Namun, visi dan misi tersebut akan tetap disandingkan dengan visi misi partai Perindo dalam menjalankan program dengan situasi dan kondisi atau situasi sosial, ekonomi, hukum dan hak asasi manusia (HAM) di Mimika.

Visi misi ini akan diimplementasikan sesuai dengan fungsi-fungsi legislatif. Artinya, kata pria yang akrab disapa Edo ini, jika dipercaya dan terpilih menjadi anggota dewan maka ia tidak akan berkampanye dalam mengupayakan siapa saja untuk menjadi kepala dinas ataupun bupati, agar apa yang menjadi usahanya untuk membangun Mimika dapat diimplementasikan. Tetapi, menjadi anggota dewan harus memiliki cara tersendiri dalam menyelesaikan permasalahan, yakni dengan tetap menjalin kerja sama bersama eksekutif, yudikatif, stakeholder pemerintah dan tokoh-tokoh penting yang berkaitan.

“Saya juga sebagai ketua DPD Rescue Perindo yang bekerja dibawah partai Perindo, (Perindo) telah membantu beberapa unit mobil ambulans, juga telah bersama-sama membantu pelayanan kesehatan masyarakat termasuk rutin melakukan fogging pemberantasan nyamuk malaria,” terangnya.

Setelah memaparkan visi misi atau upaya mereka ketika menjadi seorang anggota dewan, acara dilanjutkan ke sesi berikutnya, yang mana kedua caleg Perindo ini menjawab pertanyaan dari salah satu tokoh di Mimika sekaligus mantan seorang birokrat, yaitu Athanasius Allo Rafra. Pertanyaan itu terkait pemerataan pembagian dana kampung atau dana desa untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat, yang menurut Allo itu belum dilakukan pemerintah secara merata sehingga masyarakat di kampung belum menikmati kesejahteraan dari pembangunan yang dilakukan. Jawab dari kedua caleg ini dapat disimak dalam rekaman live streaming pada akun Instragram Waanal_Coffee dan akun Facebook Salam Papua.

Selanjutnya pada sesi penutup, kedua caleg mengajak agar seluruh masyarakat dapat menyalurkan hak memilih mereka saat pelakanaan pemilu 17 April mendatang dan berdasarkan hati nurani. Sebab, yang menentukan baik dan buruknya pembangunan di Mimika selama lima tahun ke depan adalah masyarakat itu sendiri. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment