Rayakan HUT Ke-23, LPMAK Perlu Pembenahan dan Perubahan Menjalankan Program

Bagikan Bagikan
Ulang tahun LMPAK yang ke 23 yang digelar di Gedung MPCC LPMAK.(Foto-Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA) – Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK), Selasa (16/4) merayakan ulang tahun ke-23. Perayaan HUT  ini diwarnai ibadah pengucapan syukur yang dipimpin Uskup Keuskupan Timika, Mgr. John Philip Saklil,Pr di Gedung Multi Purpose Community Center (MPCC).

HUT ke-23, LPMAK mengambil tema Semangat, Satu Tujuan Untuk Masyarakat Mandiri Dan Sejahtera. Diharapkan ini tidak saja menjadi tema tetapi dinyatakan dalam kehidupan nyata dan sesuai fakta dilapangan.

Ketua Badan Pengurus LPMAK, Robert Waraopea dalam sambutannya mengatakan, untuk  menuju mandiri dan sejahtera tidaklah gampang. Harus ada perjuangan yang begitu besar.

“Keberhasilan untuk menuju kesejahteraan dan kemandarian  bukan  saja ada pada LPMAK tapi ada pada masyarakat itu  sendiri, dimana masyarakat yang ada juga harus terus berusaha keluar dari zona nyaman,” kata Robert.

Karena itu, ia meminta masyarakat mengintropeksi diri dan berupaya untuk maju dan berkembang pada era globalisasi ini.

“Saya juga harap adanya campur tangan terus  dari PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada masyarakat 7 Suku khususnya 2 suku besar Amungme dan Kamoro melalui LPMAK untuk dapat mensejahtrakan masyarakat,”katanya.

Sementara Sekretaris Eksekutif LPMAK, Abaraham Timang dalam sambutannya menyampaikan, usia LPMAK saat ini diibaratkan sudah dewasa. Diusia yang sekarang ini semakin mapan, maka menjadi tantangan bagi kita sebagai pengelola yang menjalankan lembaga ini.

“Perlu satu prosedur pembenahan-pembenahan sistem itu sangat penting. Dari waktu ke waktu terjadi perubahan seuai dengan era. Sehingga perlu kita perlu penyesuaian. Perlu ada perubahan didalam lembaga baik dalam menjalankan program dan juga pengelolaan keuangan lebih kepada procedural, ini sangat penting sehingga kata mandiri itu akan terwujud. Di usia yang ke 23 tahun ini mari kita membenahi diri dimana yang kurang sehingga bisa lebih baik lagi kedepan. Kita harus sepakat, sehingga betul-betul pelayanan dari program yang sudah ada terutama Kesehatan, pendidikan, ekonomi, harus kita jalan menjadi prioritas,” kata Abraham.

LPMAK sekarang ini, jika diibaratkan  dengan manusia maka LPMAK sudah  dewasa  dan sudah  bisa  mencari  makanan  sendiri  atau mandiri. Tapi apakah LPMAK sudah  mampu  untuk berdiri sendiri? Hal itu yang menjadi  tantangan bagi LPMAK sendiri.

 “Untuk memajukan LPMAK, kita  lupakan kepentingan pribadi dan tingkatkan hubungan yang baik untuk membangun masyarakat dan daerah ini. Dan PTFI juga  tetap punya komitmen untuk membangun masyarakat melalui LPMAK,” ujar Abraham

Vice President of Community Development PTFI,   Claus Wamafma, menuturkan usia 23 tahun  adalah  usia  yang cukup matang  dan telah  melalui banyak cerita sukses. Dan masih banyak  yang harus dan akan dilakukan untuk perubahan masyarakat Papua. Walaupun dibalik cerita  sukses tersebut, banyak yang dikorbankan dan ada yang menjadi korban. Namun LPMAK tetap tampil dan berusaha untuk kesejahteraan masyarakat Papua

” Apapun kata orang tentang kita, kita harus tetap berjalan dan terus berjalan. Dan komitmen PTFI dana kemitraan bagi LPMAK  akan terus  dilakukan, Harapan PTFI apa yang dipadang perlu untuk diberbaiki harus  diperbaiki agar  ke depan  lebih  baik lagi,” kata Claus.

Pemerintah Daerah (Pemda)   dan semua pemangku kepentingan harus saling bersinergi untuk menjadikan apa yang  menjadi  kerinduan dari masyarakat di Kabupaten Mimika bisa tercapai.

“Saya berharap dengan usia yang semakin matang dan terus bertambah, LPMAK  kedepan  lebih  baik lagi sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat Papua,” ungkapnya. (Jefri Manehat)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment