Reses Tahap 1, Hadi Wiyono Dengar Usulan Warga Gang Sahabat

Bagikan Bagikan
Hadi Wiyono bersama warga Gang Sahabat dalam reses tahap I di halaman Masjid Al Ma'aruf Busiri ujung. (Foto-Acik)

SAPA (TIMIKA) - Pelaksanaan reses tahap 1 tahun 2019, Hadi Wiyono, SE selaku anggota DPRD Kabupaten Mimika dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan memiliki konstituen pada daerah pemilihan (Dapil) 2, menjaring aspirasi dari warga yang berdomisili di Gang Sahabat, Jalan Busiri ujung.

Reses dilakukan dengan bertemu konstituen dihalaman Masjid Al Ma’aruf, pada Sabtu (6/4). Sumadi, salah satu warga setempat yang mewakili warga lainnya di Gang Sahabat, mengharapkan agar anggota dewan dapat mendorong peningkatan pembangunan jalan dan drainase di wilayah itu, mengingat hal itu sebagai satu-satunya akses warga untuk keluar dan masuk dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

"Saat ini kondisi jalan itu sangat tidak layak untuk dilalui. Kalau musim hujan genangan air di mana-mana, karena tidak ada drainasenya. Kalau boleh itu harus diprioritaskan oleh anggota dewan," kata Sumadi.

Selain Sumadi, Parno selaku DKM Al Ma’aruf meminta agar anggota dewan dapat mendorong Pemerintah Kabupaten Mimika dalam hal ini Instansi terkait dapat memberikan bantuan dalam menyelesaikan pembangunan Masjid Al'Maruf yang hingga saat ini belum diselesaikan karena kekurangan anggaran.

"Untuk penyelesaian masjid ini kami terkendala anggaran, jadi mungkin bisa dibantu," ujar Parno.

Parno mengungkapkan, selain membutuhkan bantuan penyelesaian pembangunan masjid, pihaknya juga berharapkan agar dapat membangun taman pendidikan Al Qur'an. Yang mana menurut dia saat ini sudah ada tetapi tidak berjalan karena tidak adanya pengelola yang tepat.

"Kami berharap bisa terealisasikan, sebab sumbernya pendidikan bagi anak kecil dimulai dari taman itu sebelum mereka beranjak ke bangku pendidikan yang lebih tinggi," tuturnya.
Sedangkan Emy selaku Ketua Majelis Ta’lim Masjid Al Ma'aruf, menuturkan bahwa warga Busiri ujung sangat membutuhkan adanya satu sarana kesehatan berupa puskesmas pembantu (Pustu), mengingat Puskesmas Timika dan Puskesmas Pasar Sentral jaraknya cukup jauh untuk dijangkau warga setempat.

"Kami sebagai ibu-ibu ini sangat kerepotan kalau ada anak atau anggota keluarga yang sakit, karena kami harus jauh-jauh ke puskesmas Timika atau ke pasar sentral. Karena itu kami minta adanya pustu disini pak," tutur Emy yang mewakili belasan ibu lainnya yang turut hadir dalam reses tersebut.

Menanggapi usulan tersebut, Hadi Wiyono mengatakan apa yang disampaikan warga masjid tentunya menjadi atensi bagi dirinya untuk memperjuangkannya. Sebagaimana diketahui, usulan tersebut akan dimasukkan ke dalam program yang akan dilaksanakan tahun depan (2020) dan dari pokok pikiran DPRD.

"Usulan itu semua telah saya ambil dan saat coba upayakan untuk dimasukkan didalam pokir (Pokok pikiran) DPRD agar bisa direalisasikan," kata Hadi yang dalam reses ini didamping oleh Kasubbag Perencanaan pada Sekretariat Dewan Kabupaten Mimika, Amir Gredenggo. (Acik)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment