Ribuan Karyawan PTFI Tidak Ikut Pemilu, Bawaslu Papua Saran Bentuk Tim Khusus

Bagikan Bagikan
Komisioner Bawaslu Papua Divisi Humas, Ronald Manoach.(Foto-Salma)

SAPA (TIMIKA) - Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Papua, Ronald Manoach menyarankan KPU dan PT Freeport Indonesia (PTFI) membentuk tim khusus untuk mencarikan solusi terbaik bagi sekitar 12.000 karyawan yang tidak bisa memilih calon legislative pada Pemilu 17 April mendatang karena tidak memiliki KTP Kabupaten Mimika.  

Ronald menjelaskan, perlu ada solusi penyelesaian terhadap masalah tersebut karena berkaitan dengan bertambahnya jumlah tempat pemungutan suara (TPS) dan surat suara.

"Saya saran kepada KPU dan perusahaan  untuk bentuk tim khusus.  Sebelum tanggal 10 ini bagaimana? Karena ini berkaitan dengan bertambahnya jumlah TPS dan surat suara," katanya ketika ditemui Salam Papua di bilangan Jalan Hasanuddin, Sabtu (6/4).

Ia mengatakan, sebelumnya pihaknya telah melakukan supervise dan melihat adanya indikasi kemungkinan ribuan karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI) tidak dapat memilih pada Pemilu 2019 dan telah mengingatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk selalu proaktif menjamin hak suara setiap warga negara.

"Waktu itu kami yang pertama kali mendapatkan data dan merekomendasikan kepada KPU. Namun pada minggu lalu, KPU berdalih bahwa data yang diberikan perusahaan tidak memiliki NIK dan NKK," ujarnya.

Ia mengatakan, supervisi yang dilakukan bersifat pencegahan dan kemudian merekomendasikan ke KPU untuk memvalidasi data karyawan untuk selanjutnya dimasukkan dalam daftar pemilih.

"Kita harus bersama - sama manage ini dengan baik, agar warga negara jangan sampai ada yang dirugikan. Inikan semestinya sejak awal, harus intens terus dengan perusahan supaya bisa dapatkan apa yang dibutuhkan KPU itu sendiri. Kalau sekarang hanya menunggu form A5 kan cukup repot. Jauh hari harus dilakukan karena jumlahnya banyak dan waktunya tidak lama lagi. Kita mau monitoring kondisi sekarang bagaimana," jelasnya. (Salma)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment