Saksi Parpol Belum Sesuai Jumlah TPS Di Jayapura

Bagikan Bagikan
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Jayapura, Provinsi Papua, Frans Rumsarwir.(Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA) - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Jayapura, Provinsi Papua, Frans Rumsarwir menyebutkan saksi-saksi pemilu yang dilaporkan oleh masing-masing partai politik belum sesuai dengan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di kota tersebut.

"Sebenarnya kami berharap jumlah saksi yang didaftarkan oleh masing-masing partai sesuai dengan jumlah TPS, yakni 1.262 TPS di Kota Jayapura," katanya di Jayapura, Senin (8/4).

Itu berarti, kata dia, setiap partai harus mendaftar saksinya sebanyak 1.262 saksi, dimana saksi akan bertugas di setiap TPS. Tetapi dalam perkembangannya tidak semua partai memasukan saksi sebanyak 1.262 saksi.

Hanya beberapa partai saja yang bisa memenuhi 1.262 saksi, dan dalam pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) yang sementara berlangsung tidak semua saksi hadir. Dari bimtek yang dilakukan hanya sekitar 60 persen saksi dari masing-masing partai yang hadir.

"Semisalnya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) jumlah saksi yang didaftarkan hanya 260-an masih kurang 1.000 lebih, yang susahnya itu kami beri buku panduan saksi pemilu, mereka akan dilatih sendiri oleh partai," katanya.

Selanjutnya, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang mendaftar juga hanya 200-an lebih, sisanya akan diberikan buku oleh Bawaslu dan mereka akan melaksanakan bimtek terakhir.

"Sebenarnya kami berharap saksi yang sudah mendaftar dapat mengikuti bimtek seluruhnya yang diberikan Bawaslu Kota Jayapura," katanya.

Bawaslu Kota Jayapura, Provinsi Papua menggelar bimbingan teknis bagi saksi-saksi pemilu dari masing-masing partai politik sejak Sabtu-Kamis (6-11/4). (Antara)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment