Seruan Surat Gembala Pada Perayaan Paskah

Bagikan Bagikan
Uskup Keuskupan Timika Mgr. John Philip Saklil,Pr.(Foto-Istimewa)

Uskup Mengharapkan Umat Semakin Berakar Dalam Kristus
SAPA (TIMIKA) – Menyambut hari raya Paskah, Uskup Keuskupan Timika Mgr. John Philip Saklil,Pr mengharapkan umat semakin berakar dalam Kristus. Karena iman yang ber akar dan kuat akan memberi jalan bagi setiap orang dalam melewati arus perubahan dan tantangan hidup ini.

“Seruan surat gembala saya adalah, berharap semua umat menjalankan pecan suci dengan lancar, peristiwa minggu palem yang sudah berlangsung, kamis putih, jumat agung, malam paskah dan hari raya paskah. Dengan pengalaman ini diharapkan supaya umat semakin berakar dalam Kristus. Karena hanya iman yang berakar dan kuat akan memberi jalan bagi setiap orang dalam melewatih arus perubahan dan tantangan-tantangan ini. Dengan iman kita dapat membantu banyak orang,” katanya.

Pesan Gereja bahwa dalam dunia sekarang ini, perlu juga pengetahuan yang cukup. Maka itu dunia pendidikan harus mendapat perhatian. Karena hanya melalui pendidikan orang punya pengetahuan cukup untuk untuk berdaya saing, bisa menghadapi tantangan dan kesulitan.

“Apalagi zaman sekarang masyarakat lokal semakin tergusur dari arus perubahan itu. Jadi kami harapkan supaya masyarakat lokal semakin banyak anak yang sekolah, itu harapan Gereja,”tambah Uskup.

Sementara itu Ketua Klasis GKI Mimika, Pdt. Lewi mengimbau kepada seluruh warga Gereja GKI di Kabupaten Mimika untuk lebih giat dalam hal-hal yang terkait dengan pelayanan rohani. Sebab disanalah akan terbentuk karakter dan mentalitas sebagai warga gereja dan masayarakat yang bertanggung jawab terhadap Tuhan dan sesama.

“Intinya bahwa hidup berdampingan sebagai warga gereja dan warga masyarakat adalah dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. Karena berbicara tentang kehidupan Gereja maka pertama adalah takut akan Tuhan, dan melaksanakan hal-hal yang positif yang berdaya guna bagi sesama sebagai warga Gereja, dan secara meluas bagi masyarakat di lingkungan kita hidup, kita berkarya agar kita tidak menjadi batu sandungan terhadap orang lain,” katanya.

Dalam kerukunan antar umat  beragama ditengah perbedaan yang ada sebab peredaan itu adalah kekayaan yang diberikan oleh Tuhan, dan sesungguhnya harus dikelola secara baik. Sebab justru dengan perbedaan, manusia satu dapat membutuhkan orang lain supaya saling melengkapi dalam membangun kehidupan bersama, kesejahteraan dan kedamaian. (Red)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Post a Comment